Libatkan Orang Tua, SDN 29 Tanjung Ciptakan MPLS Ramah
- 22 Jul 2026 16:04 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - SDN 29 Tanjung Kota Bima menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027. Seluruh murid bersama orang tua dan wali murid mengikuti Pawai Budaya mengelilingi wilayah Kelurahan Tanjung.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Selain memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara, pawai juga menjadi media mempererat hubungan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Bagi murid kelas I, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama memasuki dunia Sekolah Dasar dengan suasana yang menyenangkan. Mereka diperkenalkan dengan lingkungan sekolah tanpa adanya praktik perpeloncoan ataupun kegiatan yang menimbulkan rasa takut.
Pengawalan dari personel Polsek Rasanae Barat membuat kegiatan berjalan tertib dan lancar. Hadir pula Pengawas Pembina SDN 29 Tanjung, Ketua Komite Sekolah, dewan guru, serta masyarakat yang menyaksikan jalannya pawai.
Kepala SDN 29 Tanjung Kota Bima, Iqbal Tanjung, S.Pd, mengatakan konsep MPLS Ramah merupakan bagian dari upaya sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan berpihak kepada anak.
"Kami ingin menghilangkan anggapan bahwa hari pertama sekolah adalah sesuatu yang menegangkan. Justru kami ingin menjadikannya sebagai momen yang membahagiakan. Anak-anak harus merasa diterima, dihargai, dan memiliki keberanian untuk belajar serta berinteraksi dengan guru maupun teman-temannya," ungkap Iqbal.
Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga.
"Ketika orang tua ikut mendampingi, anak-anak akan merasa lebih percaya diri. Hubungan emosional antara keluarga dan sekolah juga semakin kuat sehingga proses pendidikan dapat berjalan lebih maksimal. Kami berharap sinergi ini terus terjalin sepanjang anak-anak menempuh pendidikan di SDN 29 Tanjung," jelasnya.
Iqbal menegaskan bahwa pawai budaya juga menjadi bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kota Bima melalui gerakan BISA serta TPSP (Tanam, Pelihara, Sapu, Pungut).
"Kami ingin sekolah menjadi pelopor dalam membangun karakter peduli lingkungan. Nilai-nilai menjaga kebersihan, menanam, memelihara tanaman, serta mencintai lingkungan harus menjadi kebiasaan sejak usia dini. Itulah yang terus kami tanamkan kepada seluruh peserta didik," tuturnya.
Ia berharap seluruh rangkaian MPLS Ramah dapat memberikan kesan positif bagi murid baru sehingga mereka semakin termotivasi untuk belajar, berprestasi, dan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berbudaya, serta peduli terhadap lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....