Stigma Sekolah Favorit, SMPN 16 Mataram Kekurangan Pendaftar Jalur Prestasi

  • 30 Jun 2026 19:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMPN 16 Mataram masih menghadapi tantangan. Jumlah pendaftar jalur afirmasi dan prestasi di SMPN 16 Mataram belum mampu memenuhi kuota yang disediakan sekolah.

Kepala SMPN 16 Mataram, Burhanudin, mengungkapkan bahwa dari kuota 48 kursi jalur prestasi, baru terisi 23 pendaftar. Sementara jalur afirmasi yang menyediakan 37 kursi baru menerima 25 calon peserta didik.

"Kalau jalur prestasi kuotanya 48, yang mendaftar baru 23. Jalur afirmasi kuotanya 37, yang terdaftar baru 25. Jadi total dari dua jalur itu baru 48 pendaftar," ungkapnya, 23 Juni 2026.

Menurutnya, lambatnya jumlah pendaftar tidak hanya dipengaruhi kendala teknis pada sistem pendaftaran, tetapi juga masih kuatnya persepsi masyarakat terhadap sekolah-sekolah yang dianggap favorit.

Ia menilai sebagian besar calon siswa berprestasi masih terkonsentrasi mendaftar ke sekolah-sekolah negeri yang selama ini memiliki citra unggulan, seperti SMPN 6 Mataram dan beberapa sekolah besar lainnya. Kondisi tersebut membuat sekolah-sekolah dengan jumlah rombongan belajar lebih sedikit mengalami kesulitan memenuhi kuota, khususnya pada jalur prestasi.

"Masih ada stigma masyarakat tentang sekolah favorit. Akibatnya jalur prestasi membludak di sekolah-sekolah besar, sedangkan sekolah seperti kami peminatnya masih cukup berat," katanya.

Burhanudin mengatakan aktivitas pendaftaran di sekolahnya pun relatif sepi. Dalam sehari, calon peserta didik hanya datang pada pagi hari sebelum akhirnya kondisi kembali lengang hingga penutupan layanan.

Padahal SMPN 16 Mataram menyiapkan enam rombongan belajar dengan kapasitas 32 siswa per kelas. Apabila kuota jalur prestasi tidak terpenuhi, sekolah masih memiliki peluang mengalihkan sisa kuota tersebut ke jalur domisili sesuai ketentuan minimal 50 persen dari total daya tampung.

Burhanudin berharap paradigma masyarakat mulai berubah dengan melihat kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh, bukan semata berdasarkan label sekolah favorit. Menurutnya, pemerataan peserta didik akan mendorong kualitas pendidikan yang lebih merata di seluruh sekolah negeri di Kota Mataram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....