IAIH Hamzanwadi Pancor Resmi Buka Program Magister Studi Islam
- 26 Jun 2026 18:37 WIB
- Mataram
RRI.CO. Lombok Timur - Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor resmi membuka Program Magister (S2) Studi Islam setelah memperoleh izin penyelenggaraan dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Izin tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 253 Tahun 2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 12 Maret 2026. Dengan terbitnya keputusan tersebut, IAIH Pancor kini dapat menyelenggarakan pendidikan pascasarjana pada Program Studi Studi Islam.
Kehadiran program magister ini menjadi langkah strategis IAIH Pancor dalam memperluas akses pendidikan tinggi Islam yang berkualitas bagi masyarakat. Program tersebut diharapkan menjadi ruang pengembangan keilmuan Islam yang integratif, moderat, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Direktur Pascasarjana IAIH Pancor, Prof. Dr. H. M. Taufik, M.Ag., menjelaskan bahwa Program Magister Studi Islam dirancang dengan masa studi selama empat semester. Menurutnya, biaya pendidikan yang ditawarkan relatif terjangkau tanpa mengurangi kualitas pembelajaran yang diberikan.
“Murah tapi tidak murahan,” ujarnya, Jumat 26 Juni 2026.
Ia menambahkan, program pascasarjana tersebut terintegrasi dengan lingkungan pondok pesantren yang menjadi ciri khas IAIH Pancor. Model pembelajaran dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki pemahaman keislaman yang mendalam, komprehensif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Dalam proses pembelajaran, mahasiswa akan diajak mengembangkan cara berpikir yang mendalam dan kritis, termasuk melalui kajian literasi Timur Tengah,” jelas Prof. Taufik.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa akan dibekali pemahaman yang kuat mengenai syariah, usul fikih, serta berbagai nilai dan pemikiran Islam yang berkembang di dunia kontemporer. Kampus yang berada di bawah kepemimpinan Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. H. M. Zainul Majdi ini juga telah menyiapkan sumber daya dosen yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan program pascasarjana.
Menurut Prof. Taufik, IAIH Pancor memiliki tenaga pengajar yang kompeten, termasuk tiga profesor yang siap mengajar sesuai bidang keahliannya masing-masing. “Kalaupun kita menggunakan tenaga pengajar internal, itu sudah cukup,” katanya.
Ia optimistis Program Magister Studi Islam yang nantinya meluluskan sarjana bergelar M.S.I. (Magister Studi Islam) dapat berkembang dengan baik. Program tersebut juga akan menghadirkan kelas-kelas yang memiliki karakter dan konsentrasi keilmuan tertentu sesuai kebutuhan peserta didik.
“Saya yakin kita bisa, insyaallah. Apalagi jika semua pihak ikut mendukung sehingga kelas-kelas yang dibuka benar-benar memiliki karakter dan kekhasan tersendiri,” ungkapnya.
Dengan dibukanya Program Magister Studi Islam, IAI Hamzanwadi Pancor semakin mempertegas perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang terus berkembang dan berkontribusi dalam mencetak generasi intelektual Muslim yang unggul dalam keilmuan, berakhlak, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Masyarakat dan calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana kini memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan akademik IAIH Pancor yang mengusung motto “Maju dalam Berbudaya, Terdepan dalam Ilmu dan Akhlak”.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....