Pendaftar Membeludak, SMKN 1 Gerung Kekurangan Ruang Kelas
- 25 Jun 2026 07:00 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di SMK Negeri 1 Gerung terus mengalami lonjakan signifikan. Bahkan, sebelum seluruh tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) berakhir, jumlah pendaftar telah melampaui kuota yang tersedia.
Fenomena tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di sekolah kejuruan unggulan yang dikenal melahirkan lulusan siap kerja, khususnya di sektor pariwisata dan dunia industri.
Ketua SPMB SMKN 1 Gerung yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Suci Lestari, S.Pd, mengungkapkan hingga penutupan jalur domisili, jumlah calon peserta didik yang telah mendaftar mencapai 512 orang, sementara daya tampung sekolah tahun ajaran 2026/2027 hanya 396 siswa.
"Kami benar-benar kewalahan melihat jumlah pendaftar yang terus meningkat. Kuota yang tersedia hanya 396 orang, sedangkan hingga penutupan jalur domisili sudah ada 512 calon murid baru yang mendaftar," ujarnya. Rabu 24 Juni 2026.
Ia mengatakan, angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah setelah pengumuman hasil seleksi SMA yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni.
"Kami optimistis setelah pengumuman SMA nanti, calon siswa yang belum diterima di SMA akan kembali mendaftar ke SMKN 1 Gerung. Prediksi kami jumlah pendaftar bisa mendekati 600 orang," katanya.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat bukan tanpa alasan. Kepercayaan publik terhadap SMKN 1 Gerung terus meningkat karena banyak lulusan sekolah tersebut berhasil menembus dunia usaha dan dunia industri.
"Alhamdulillah sekolah kami sudah mendapatkan kepercayaan masyarakat. Banyak lulusan yang langsung bekerja, terutama pada bidang pariwisata maupun jurusan Bisnis Manajemen. Inilah yang menjadi salah satu alasan masyarakat semakin tertarik menyekolahkan anaknya di sini," tegasnya.
Meski persaingan semakin ketat, pihak sekolah memastikan seluruh proses penerimaan murid baru berjalan secara terbuka dan bebas dari campur tangan pihak mana pun.
"Kami mengedepankan prinsip transparan, akuntabel dan tanpa intervensi. Semua peserta yang dinyatakan lolos merupakan hasil verifikasi dan seleksi yang dilakukan sepenuhnya melalui sistem," ucapnya.
Ia menjelaskan, penerimaan peserta didik di SMK dilakukan melalui tiga jalur, yakni jalur afirmasi, jalur domisili, serta jalur nilai rapor atau prestasi yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 3 Juli mendatang.
Di tengah tingginya animo masyarakat, persoalan keterbatasan sarana pembelajaran masih menjadi tantangan besar bagi SMKN 1 Gerung.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Lalu Khusnul Hatib, mengatakan tahun ajaran 2026/2027 sekolah akan mengelola 33 rombongan belajar (rombel), masing-masing terdiri atas 11 rombel untuk kelas X, XI dan XII.
Namun, jumlah ruang belajar yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
"Saat ini kami hanya memiliki 16 ruang kelas permanen ditambah dua ruang darurat sehingga totalnya menjadi 18 ruang kelas. Padahal kebutuhan ideal mencapai 33 ruang kelas. Artinya kami masih kekurangan sekitar 15 ruang belajar," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat sekolah harus menyusun berbagai strategi agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal tanpa mengurangi kualitas pendidikan.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Hasni Handini Tsurraya, STT.Par., M.Pd, menjelaskan keterbatasan ruang kelas disiasati melalui program pembelajaran berbasis industri bagi siswa kelas XI.
Menurutnya, sekolah bekerja sama dengan berbagai perusahaan dan industri untuk menempatkan siswa mengikuti kegiatan belajar sekaligus magang awal sebelum menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL).
"Untuk mengantisipasi kekurangan ruang belajar, siswa kelas sebelas kami tempatkan belajar di industri melalui program pra-PKL. Selama kurang lebih tiga bulan mereka belajar langsung di dunia industri sehingga sekaligus mempersiapkan diri sebelum menjalani PKL," katanya.
Ia mengakui, tantangan terbesar justru muncul ketika seluruh siswa kembali ke sekolah setelah menyelesaikan kegiatan di industri.
"Saat mereka kembali, kami kembali menghadapi keterbatasan ruang kelas sehingga harus menerapkan sistem moving class. Selain itu, kebutuhan guru produktif sesuai kompetensi keahlian juga masih menjadi tantangan," tegasnya.
Hasni menambahkan, dari berbagai program keahlian yang tersedia, jurusan Perhotelan dan Manajemen Perkantoran masih menjadi pilihan favorit calon peserta didik setiap tahunnya.
Meski menghadapi keterbatasan ruang belajar dan tenaga pendidik pada beberapa kompetensi keahlian, SMKN 1 Gerung tetap berkomitmen menjaga kualitas pendidikan serta menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.
"Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada seluruh peserta didik meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....