Kuota Penuh SMKN 1 Gerung Tetap Jaga SPMB Transparan dan Akuntabel
- 24 Jun 2026 15:03 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di SMK Negeri 1 Gerung berlangsung dengan mekanisme yang lebih tertata dan transparan. Penerapan sistem penerimaan yang dipusatkan oleh Dinas Pendidikan dinilai mampu meminimalkan potensi persoalan sekaligus memberikan kepastian dalam proses seleksi calon peserta didik baru.
Kepala SMKN 1 Gerung, Erni Zuhara, mengatakan sistem SPMB tahun ini membawa perubahan yang sangat membantu pihak sekolah dalam menjalankan proses penerimaan siswa baru. Menurutnya, seluruh tahapan seleksi kini dikendalikan secara terpusat oleh Dinas Pendidikan, sedangkan sekolah berperan sebagai fasilitator bagi masyarakat yang datang untuk mendaftar.
"SPMB tahun ini sangat memudahkan kami di sekolah karena seluruh sistem penerimaan dipusatkan di dinas. Tugas kami hanya memfasilitasi calon siswa saat melakukan pendaftaran, membantu pembuatan akun, sedangkan penentuan hasil seleksi dilakukan oleh dinas. Dengan sistem ini kami merasa jauh lebih terbantu," ujar Erni. Rabu 24 Juni 2026.
Ia menegaskan, seluruh tahapan penerimaan dilaksanakan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan pemerintah. Komitmen tersebut menjadi landasan utama agar proses seleksi berjalan objektif, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kami menjalankan seluruh proses sesuai juknis dengan komitmen yang tinggi. Alhamdulillah, sistem ini mampu meredam berbagai potensi persoalan maupun celah yang mungkin muncul selama pelaksanaan SPMB," katanya.
Di sisi lain, SMKN 1 Gerung sebagai sekolah vokasi tetap berkomitmen membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat. Sekolah berharap dapat menerima sebanyak mungkin peserta didik agar mereka memperoleh bekal pengetahuan sekaligus keterampilan yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
"Sebagai sekolah vokasi, keinginan kami sebenarnya adalah mengakomodasi seluruh siswa yang mendaftar. Banyak orang tua datang dengan harapan besar agar anak-anak mereka bisa belajar di sekolah ini, sehingga nantinya tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan untuk hidup mandiri di tengah masyarakat," ucapnya.
Namun demikian, tingginya minat masyarakat belum sepenuhnya dapat diimbangi dengan kapasitas yang dimiliki sekolah. Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan sarana fisik dan daya tampung ruang belajar.
Erni menjelaskan, kuota yang diberikan Dinas Pendidikan untuk SMKN 1 Gerung sebanyak 11 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 396 siswa. Sementara hingga proses pendaftaran berlangsung, jumlah calon peserta didik yang mendaftar telah mencapai 512 orang, atau jauh melampaui kuota yang tersedia.
"Jumlah pendaftar sudah melebihi kuota yang diberikan. Kondisi ini tentu membuat kami khawatir karena masih banyak anak-anak yang kemungkinan belum bisa terakomodasi menjadi siswa baru di SMKN 1 Gerung," katanya.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar diberikan izin menutup masa pendaftaran lebih awal. Kebijakan tersebut bukan untuk membatasi kesempatan masyarakat, melainkan memberikan waktu yang cukup bagi calon siswa yang belum tertampung agar dapat segera mencari sekolah lain.
"Kami sudah melaporkan kepada dinas agar SMKN 1 Gerung diberikan izin menutup masa pendaftaran lebih awal. Tujuannya semata-mata supaya anak-anak yang belum dapat diterima di sekolah kami masih memiliki kesempatan untuk mendaftar ke sekolah lain sehingga hak mereka memperoleh pendidikan tetap terjamin," tegasnya.
Ia berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dapat menjadi contoh penerimaan peserta didik yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pemerataan akses pendidikan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci agar seluruh anak memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan sesuai minat dan potensi yang dimiliki.
"Kami akan terus menjalankan seluruh proses sesuai aturan yang berlaku dan mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam mewujudkan SPMB yang bersih, transparan, serta memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi masyarakat," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....