Serunya Kuliah Kedokteran hingga Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat
- 24 Jun 2026 09:36 WIB
- Mataram
Poin Utama
- dr. Nanda membagikan perjalanan menjadi dokter, mulai dari kuliah, koas, hingga internship, serta menekankan pentingnya ketekunan, kemampuan komunikasi, dan motivasi kuat untuk mewujudkan cita-cita mengabdi bagi kesehatan masyarakat
RRI.CO.ID, Mataram - Menjadi dokter adalah cita-cita yang telah diperjuangkan dr. Ni Ketut Ayu Rachma Nanda Sapitri, S.Ked sejak kecil. Terlahir dari keluarga tenaga kesehatan, dengan ayah seorang perawat militer dan ibu seorang perawat, Nanda tumbuh dengan keinginan kuat untuk mengabdikan diri di dunia medis.
Dalam program Sore Ceria Pro 2 RRI Mataram, Selasa 23 Juni 2026, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) Mataram yang baru diwisuda pada Mei 2026 itu membagikan pengalaman selama menempuh pendidikan kedokteran.
Menurut Nanda, kuliah kedokteran tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan komunikasi dan manajemen waktu. Selain belajar, ia aktif mengikuti kegiatan Tim Bantuan Medis (TBM) Rinjani dan Medical Rescue and Search Community Association (MRSCA) untuk mengembangkan kemampuan diri.
Tantangan terbesar dirasakan saat memasuki masa klinik atau koas. Dokter muda harus menjalani dinas pagi, ada juga jaga malam di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kondisi tersebut membuat mereka harus tetap fokus melayani pasien di jam malam.
"Tekun adalah kunci untuk bertahan selama pendidikan kedokteran," ujarnya.
Bagi Nanda, pengalaman paling berkesan bukan hanya saat menangani pasien, tetapi ketika menerima ucapan terima kasih dari pasien dan keluarganya. Ia juga mengaku sering menjadi tempat curhat pasien, sehingga menyadari bahwa dokter tidak hanya mengobati penyakit, tetapi juga harus mampu memberikan dukungan dan rasa nyaman.
Setelah menyelesaikan koas dan lulus Ujian Kompetensi Dokter yang terdiri dari tes berbasis komputer serta ujian praktik, seorang calon dokter masih wajib menjalani program internship selama satu tahun, masing-masing enam bulan di puskesmas dan rumah sakit. Menurut Nanda, masa tersebut menjadi tahap penting sebelum dokter dapat menjalankan profesinya secara mandiri.
Ke depan, ia berencana bekerja terlebih dahulu untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh sekaligus menambah pengalaman sebelum melanjutkan pendidikan dokter spesialis.
Kepada generasi muda yang ingin masuk fakultas kedokteran, Nanda berpesan agar memiliki motivasi yang kuat, meminta restu orang tua, serta aktif mencari informasi mengenai dunia kedokteran.
"Kalau sudah punya tujuan, kuatkan motivasi. Dari situ akan muncul semangat untuk belajar, mencari informasi, dan mengambil langkah nyata untuk meraihnya," pesannya.
Perjalanan dr. Nanda menunjukkan bahwa menjadi dokter bukan hanya soal meraih gelar, tetapi juga tentang ketekunan, pengorbanan, dan komitmen untuk terus belajar demi membantu sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....