Ditengah Keterbatasan, Yayasan Al-Mubarok Cetak Generasi Qurani sejak Usia Dini
- 20 Jun 2026 15:41 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Di tengah keterbatasan sarana dan dukungan pendanaan, Yayasan Al-Mubarok di Dusun Longserang Barat Selatan, Desa Persiapan Longserang, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, terus berkomitmen membangun pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan bagi anak-anak sejak usia dini.
Yayasan yang dipimpin Ustaz Sahabuddin itu berdiri sejak 2018 dan kini menaungi dua lembaga pendidikan, yakni Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pada tahun 2026, PAUD Al-Mubarok telah berhasil meluluskan angkatan ketujuh.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan dalam acara pelepasan santri kelas B PAUD Al-Mubarok yang digelar pada Sabtu 20 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, Sahabuddin mengenang perjalanan panjang membangun lembaga pendidikan yang lahir dari keprihatinan terhadap minimnya akses pendidikan dan rendahnya kesadaran sebagian masyarakat akan pentingnya pendidikan anak usia dini berbasis agama.
Menurutnya, sejak awal yayasan didirikan dengan tujuan memperkuat fondasi akhlak dan pemahaman agama bagi generasi muda. Ia meyakini pendidikan yang menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an sejak dini akan menjadi bekal penting bagi masa depan anak-anak di daerah tersebut.
"Orientasi kami adalah membangun generasi yang memiliki akhlak baik, mencintai Al-Qur'an, dan memiliki dasar agama yang kuat sejak usia dini," ujar Sahabuddin.
Ia mengakui perjalanan membangun yayasan tidaklah mudah. Keterbatasan biaya operasional menjadi tantangan utama yang harus dihadapi setiap tahun. Selain itu, upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mendukung pendidikan juga membutuhkan proses yang panjang. Namun demikian, semangat gotong royong dan niat untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak terus menjadi kekuatan utama yayasan dalam bertahan dan berkembang.

Saat ini Yayasan Al-Mubarok telah memiliki gedung sederhana dengan empat ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Meski fasilitas masih terbatas, aktivitas pendidikan tetap berjalan secara rutin dengan dukungan lima tenaga pendidik yang mengabdikan diri untuk mendidik para santri dan peserta didik.
Sahabuddin mengungkapkan bahwa hingga kini yayasan belum mampu memberikan honor yang layak kepada para guru. "Jujur, saya masih kesulitan untuk memberikan honor yang layak, bahkan mereka bermodal ikhlas mengabdi," katanya.
Menurutnya, dedikasi para guru menjadi salah satu faktor utama yang membuat lembaga pendidikan tersebut tetap berjalan. Para pendidik tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan bagi anak-anak dalam membentuk karakter dan nilai-nilai keislaman.
Di balik segala keterbatasan itu, Sahabuddin menyimpan harapan besar. Ia bercita-cita menjadikan Al-Mubarok sebagai pusat lahirnya generasi Qurani yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat melalui pendidikan.
Ia optimistis anak-anak yang saat ini belajar di PAUD dan TPQ Al-Mubarok kelak akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk pendidikan agama di berbagai pesantren hingga perguruan tinggi Islam di luar negeri.
"Besar harapan kami suatu saat nanti akan lahir ulama, hafiz Al-Qur'an, dan generasi yang menuntut ilmu sampai ke Timur Tengah dari kampung ini," ujarnya.

Bagi Sahabuddin, pendidikan bukan sekadar proses belajar membaca dan menulis, melainkan jalan untuk mengangkat derajat masyarakat. Karena itu, meski menghadapi berbagai keterbatasan, ia bertekad terus mempertahankan dan mengembangkan Yayasan Al-Mubarok demi masa depan anak-anak Longserang yang lebih baik.
Keberadaan yayasan tersebut kini menjadi secercah harapan bagi masyarakat setempat. Dari ruang-ruang kelas sederhana, cita-cita besar tentang lahirnya generasi Qurani terus ditanamkan, satu demi satu, kepada anak-anak yang kelak diharapkan menjadi penerus pembangunan daerah dan umat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....