Menolak Rapuh! Ini Formula Gizi dan Tips Bugar Lansia ala Persagi

  • 12 Jun 2026 08:42 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Ketua Persagi NTB bongkar formula gizi "Isi Piringku" untuk lansia, lengkap dengan bahaya dehidrasi tersembunyi yang sering diabaikan keluarga.

RRI.CO.ID, Mataram — Menua itu pasti, tetapi menjadi rapuh dan sakit-sakitan di usia tua adalah pilihan yang bisa dicegah. Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa kunci utama menjaga kualitas hidup di usia senja terletak pada investasi pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang konsisten sejak usia muda.

Hal tersebut dikupas tuntas oleh Ketua Persagi NTB, Deni, dalam Dialog NTB Pagi RRI Mataram. Deni mematahkan mitos masa kuliah dulu yang menganggap anak muda bebas makan apa saja. Menurutnya, tubuh di masa tua adalah cerminan dari apa yang kita 'tabung' di masa muda.

Dalam dialog tersebut, seorang penelpon asal Lombok Barat, Pak Muhammad Jailani (63), membagikan testimoninya yang memukau. Di usianya yang sudah memasuki kepala enam, pensiunan yang masih aktif menjadi asesor sekolah ini mengaku fisiknya tetap prima.

"Secara regulasi usia saya memang lansia, tapi pikiran saya menolak dikatakan lansia! Begitu bangun subuh dan selesai zikir, saya langsung main bulu tangkis. Kuncinya ada di pola pikir. Selain itu, sampai hari ini saya tidak bisa makan kalau tidak ada menu sayur bening di meja," ujar Pak Jailani bersemangat.

Merespons hal itu, Deni memberikan apresiasi tinggi. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan Pak Jailani makan sayur adalah keputusan tepat secara ilmiah. Sayur merupakan makanan utama bagi usus agar organ pencernaan lansia terhindar dari konstipasi (sembelit).

Deni kemudian membagikan formula gizi berbasis konsep "Isi Piringku" yang ideal untuk lansia:

Setengah Piring (50%): Harus dipenuhi oleh sayur-sayuran dan buah-buahan.

Setengah Piring Sisanya (50%): Dibagi seimbang antara makanan pokok (karbohidrat) dan lauk-pauk sebagai sumber protein.

Tak hanya soal porsi, Deni juga memperingatkan keluarga tentang tiga aturan medis krusial bagi lansia:

Porsi Kecil tapi Sering: Karena fungsi mengunyah dan metabolisme menurun, frekuensi makan harus ditingkatkan namun dalam porsi kecil.

Bahaya Dehidrasi Tersembunyi: Alarm rasa haus di otak lansia sudah melemah. Banyak lansia masuk rumah sakit karena Infeksi Saluran Kemih (ISK) akibat kurang minum tanpa mereka sadari. Keluarga harus aktif menyodorkan air, sup, atau jus.

Disiplin Batasi GGL: Batasi asupan Gula, Garam, dan Lemak berlebih guna menjinakkan risiko hipertensi, diabetes, dan obesitas.

Untuk aktivitas fisik, Deni menyarankan olahraga dengan intensitas adrenalin yang disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing, seperti jalan santai, yoga, berenang, atau menggunakan sepeda statis di rumah demi memicu hormon endorfin pereda stres.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....