Dosen Unram Kembangkan Konseling Kelompok Demi Kurangi Stres Akademik Mahasiswa
- 07 Jun 2026 17:59 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Tim dosen lintas program studi Universitas Mataram (Unram) mengembangkan model konseling kelompok kolaboratif untuk membantu mahasiswa mengatasi stres akademik selama proses penyusunan skripsi. Program yang melibatkan dosen, psikolog, dan mahasiswa rekan sebaya tersebut terbukti mampu menurunkan tingkat stres peserta hingga hampir 7 persen.
Kegiatan yang berlangsung pada 11–18 April 2026 di Gedung Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unram itu merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat bertajuk BERCANDA: Behaviour Counseling Group to Reduce Academic Stress and Drug Abuse Menggunakan “I Can Tertib Tabsile”.
Program tersebut menyasar mahasiswa Program Studi Farmasi yang sedang menyelesaikan skripsi dan memiliki indikasi mengalami stres akademik. Tim pelaksana dipimpin dosen Farmasi Unram, apt. Candra Eka Puspitasari, S.Farm., M.Sc.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan “Komunikasi Interpersonal untuk Coping Stress Akademik” yang difasilitasi dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Unram, Aurelius R.L. Teluma, S.S., M.A., serta dimoderatori apt. Tri Purma Sari, M.Farm.
Pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa agar mampu membangun interaksi yang lebih positif dan konstruktif dengan dosen pembimbing maupun sesama mahasiswa yang tengah berjuang menyelesaikan tugas akhir.
Selanjutnya, peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu dua psikolog Unram, yakni Irma Santika Putri, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Baiq Safitri Lestari, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Peserta dibagi ke dalam dua kelompok kecil agar proses diskusi berjalan lebih intensif dan memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah.
Dalam forum tersebut, mahasiswa diajak mengidentifikasi sumber stres yang mereka alami selama proses penyusunan skripsi, berbagi pengalaman, sekaligus mencari solusi bersama dalam suasana yang suportif dan terbuka.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa rekan sebaya FKIK sebagai fasilitator, yakni Amalia Roziqin Izzati, Gusti Ayu Eka Radha Ardhinia, Bakhraeni, Siti Hamida Rahayu Tsania, dan Nachwa Humaira Al-Hidayah. Kehadiran fasilitator sebaya dinilai membantu menciptakan suasana diskusi yang lebih nyaman sehingga peserta lebih leluasa menyampaikan permasalahan yang dihadapi.
Berdasarkan hasil evaluasi, program konseling kelompok tersebut efektif menurunkan skor Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA) peserta hampir 7 persen. Bahkan, salah satu peserta mengalami penurunan tingkat stres hingga 27 persen.
Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Unram, Aurelius R.L. Teluma, menilai konseling kelompok bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi perlu menjadi program yang dilaksanakan secara rutin dan terlembaga di lingkungan kampus.
“Mahasiswa yang sedang menulis skripsi, apalagi yang terindikasi mengalami stres, sangat penting mendapatkan pendampingan melalui konseling kelompok yang dilaksanakan secara rutin oleh masing-masing prodi,” tuturnya, Minggu 7 Juni 2026.
Menurut Aurelius, pendekatan yang hanya mengandalkan komunikasi antara mahasiswa dan dosen pembimbing tidak selalu mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa selama proses penyusunan skripsi.
“Ketika mahasiswa memiliki kesulitan berkomunikasi dengan dosen pembimbing, kondisi itu bisa memperberat stres dan pada akhirnya memperlambat proses kelulusan,” katanya.
Ia menjelaskan, manfaat program tidak hanya terlihat dari kelancaran penyelesaian skripsi dan peluang kelulusan tepat waktu, tetapi juga dari terciptanya iklim akademik yang lebih sehat.
“Dampak yang paling terlihat tentu kelancaran penyelesaian skripsi dan peluang kelulusan tepat waktu,” ucapnya.
Lebih jauh, Aurelius menilai konseling kelompok mampu membuka ruang dialog yang lebih sehat antara mahasiswa dengan lingkungan akademiknya.
“Yang tidak kalah penting adalah terciptanya ruang dialog keilmuan yang sehat secara psikologis. Kondisi itu turut mendukung kualitas skripsi yang dihasilkan mahasiswa,” terangnya.
Ke depan, ia berharap model konseling kelompok kolaboratif lintas disiplin ilmu dapat diadaptasi oleh program studi lain di lingkungan Unram.
“Pendekatan semacam ini bisa menjadi salah satu bentuk nyata sisi humanis kampus bagi mahasiswanya di tengah perkembangan teknologi yang sering kali memperlakukan individu hanya sebagai akun-akun platform digital,” jelasnya.
Melalui program tersebut, tim pengabdian berharap mahasiswa mampu mengembangkan perilaku positif dalam mengelola stres akademik sehingga proses penyelesaian skripsi dapat berjalan lebih lancar, berkualitas, dan tepat waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....