Buktikan Hobi Bisa Antar Raih Prestasi Gemilang

  • 31 Mei 2026 07:11 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram : Hobi yang ditekuni dengan sungguh-sungguh dapat menjadi jalan menuju prestasi. Pesan itulah disampaikan dalam program Sore Ceria Pro 2 Mataram dengan topik "Dari Hobi Jadi Prestasi" yang mengudara pada Jumat, 29 Mei 2026. Dalam talkshow tersebut hadir BQ Zuyyina Zahara atau yang akrab disapa Rara, bersama Regional Director Putra Putri Pendidikan NTB, Daud Usman.

Rara yang berasal dari Masbagik, Lombok Timur, membagikan kisah perjalanannya menekuni dunia modeling sejak usia enam tahun. Meski tidak selalu berhasil dalam setiap perlombaan yang diikuti, gadis berusia 12 tahun itu terus berusaha memperbaiki diri hingga akhirnya mampu meraih berbagai prestasi di tingkat nasional.

Daud mengungkapkan bahwa dirinya melihat potensi besar dalam diri Rara sejak awal. Menurutnya, Rara memiliki karakter dan pesona yang khas sehingga mudah diingat oleh para juri. Selain itu, kemampuan public speaking yang baik serta catwalk yang mumpuni menjadi nilai tambah yang membuatnya mampu bersaing dalam berbagai ajang.

"Setiap anak memiliki keunggulan masing-masing. Pada diri Rara, saya melihat kombinasi antara kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan bakat yang terus diasah sehingga mampu berkembang menjadi prestasi," ujar Daud dalam talkshow tersebut.

Berbagai penghargaan yang diraih Rara menjadi bukti dari proses panjang yang dijalaninya. Prestasi tersebut tidak datang secara instan, melainkan melalui latihan, pengalaman, dan keberanian untuk terus mencoba meski pernah mengalami kegagalan.

Dalam kesempatan itu, Rara mengajak generasi muda untuk tidak takut menyalurkan hobi yang dimiliki. Menurutnya, setiap hobi memiliki peluang untuk berkembang menjadi prestasi apabila dijalani dengan konsisten dan penuh semangat.

Senada dengan Rara, Daud Usman juga berpesan agar anak-anak dan remaja berani mengikuti berbagai kompetisi maupun kegiatan positif. Ia mengingatkan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses belajar.

"Habiskan jatah gagal saat masih muda. Karena dari kegagalan kita belajar menjadi lebih baik dan lebih siap menghadapi tantangan berikutnya," ungkap Daud.

Ia juga menyampaikan sebuah perumpamaan yang menggambarkan pentingnya belajar sejak dini. Menurutnya, belajar di masa kecil ibarat mengukir di atas batu yang hasilnya akan membekas dan bertahan lama. Sementara belajar saat dewasa diibaratkan seperti menulis di atas air yang lebih mudah hilang apabila tidak terus diasah.

Melalui kisah Rara, para pendengar diajak untuk terus menggali potensi diri tanpa takut mencoba hal baru. Dengan semangat, kerja keras, dan keberanian menghadapi kegagalan, setiap anak muda memiliki kesempatan untuk mengubah hobi menjadi prestasi yang membanggakan. Pesan yang disampaikan Rara dan Daud menjadi pengingat bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil bagi mereka yang terus berjuang dan tidak mudah menyerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....