Dua Ruang Kelas SMAN 7 Mataram Ambruk, Lima Siswa Luka Ringan
- 19 Mei 2026 16:48 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Dua ruang kelas di SMAN 7 Mataram ambruk pada Selasa siang, 19 Mei 2026.
RRI.CO.ID, Mataram - Dua ruang kelas di SMAN 7 Mataram ambruk pada Selasa siang, 19 Mei 2026. Peristiwa itu menyebabkan lima siswa mengalami luka ringan dan memicu evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah oleh Pemerintah Provinsi NTB.
"Iya korbannya ada lima orang, empat orang sudah pulang ke rumah dan satu masih di rawat," ungkap Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, Syamsul Hadi, Selasa, 19 Mei 2026.
Syamsul mengatakan, seluruh korban dalam kondisi selamat. Empat siswa telah dipulangkan ke rumah masing-masing, sementara satu siswa masih menjalani observasi di rumah sakit untuk penanganan trauma.
“Peristiwa terjadi saat jam istirahat berlangsung, sehingga sebagian besar siswa berada di luar ruangan kelas,” katanya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menambahkan berdasarkan pemeriksaan awal tim teknis, bagian struktur atap diduga mengalami kerusakan pada konstruksi kap sehingga memicu ambruknya bangunan. Ruang kelas tersebut menggunakan rangka kayu dengan penutup atap berupa genteng beton.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga NTB bersama Kepala Dinas PUPRPKP NTB dan anggota Komisi V DPRD NTB turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan pemeriksaan kondisi bangunan lainnya di lingkungan sekolah.
Pemerintah Provinsi NTB menyebut bangunan yang roboh merupakan bangunan lama yang dibangun pada 2006 melalui dukungan komite sekolah. Ruang kelas tersebut sebenarnya masuk dalam daftar rehabilitasi melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024.
Namun, proyek pembangunan ruang kelas baru di sekolah itu hingga kini belum dapat dimanfaatkan karena masih dalam proses penanganan hukum. Pemerintah menyebut seluruh anggaran program telah dibayarkan, tetapi pembangunan belum terselesaikan sepenuhnya.
“Apabila pembangunan dapat diselesaikan sesuai perencanaan, para siswa semestinya sudah dapat menggunakan ruang kelas baru yang lebih layak dan aman,” demikian isi keterangan resmi tersebut.
Gubernur NTB juga menginstruksikan seluruh pihak terkait untuk memprioritaskan penanganan terhadap siswa terdampak, termasuk memastikan biaya pengobatan seluruh korban ditanggung Pemerintah Provinsi NTB.
Hingga Selasa sore, tim teknis Dinas PUPRPKP NTB masih melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan penyebab pasti ambruknya bangunan serta mengevaluasi tingkat keamanan ruang kelas lain di lingkungan sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....