UIN Mataram dan UIN Jakarta Kupas Etika Islam di Era AI Global dalam Forum Akademik

  • 19 Mei 2026 14:54 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – UIN Mataram bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar The 9th International Colloquium on Interdisciplinary Islamic Studies (ICIIS) dan The 6th Graduate International Conference (GIC) 2026 di Hotel Jayakarta Lombok, pada Selasa 19 Mei 2026. Forum akademik internasional tersebut mengangkat tema “Divine Balance Change in a Digital Age: Islamic Studies Response to Climate Change and Technological Hegemony”.

Konferensi internasional itu diikuti lebih dari 175 pemakalah dari dalam dan luar negeri secara luring dan daring. Kegiatan berlangsung pada 18–21 Mei 2026 sebagai ruang diskusi akademik terkait respons studi Islam terhadap perubahan iklim, perkembangan teknologi digital, dan dominasi kecerdasan buatan.

Ketua ICIIS ke-9 Tahun 2026, Prof. Dr. JM. Muslimin, M.A., mengatakan perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga memunculkan ancaman berupa dehumanisasi, ketimpangan sosial, hingga kerusakan ekologis.

Menurutnya, studi Islam harus hadir sebagai kekuatan intelektual yang mampu menawarkan paradigma etik dan humanistik dalam menjawab persoalan global. Ia berharap forum tersebut melahirkan rekomendasi akademik dan riset kolaboratif yang memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menegaskan dunia akademik harus mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan tantangan zaman. Ia menyebut forum ilmiah tidak boleh berhenti pada diskusi dan publikasi semata.

“Forum akademik tidak boleh hanya menjadi ajang menulis atau berdiskusi. Harus ada penemuan dan inovasi nyata yang mampu menjawab tantangan zaman,” katanya, menegaskan.

Sementara itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Phil. Asep Saepudin Jahar, M.A., menilai reinterpretasi hubungan agama dan sains menjadi kebutuhan mendesak di era modern. Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan dan krisis lingkungan harus direspons melalui pendekatan akademik yang transformatif.

Forum internasional tersebut juga menghadirkan sejumlah akademisi dari berbagai negara untuk membahas isu etika Islam, teknologi digital, dan keberlanjutan lingkungan. Selain konferensi, kegiatan turut ditandai penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Pascasarjana UIN Mataram dan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....