Suarakan Isu Bahaya "Merarik Kodek", Dikpora NTB Gelar Workshop Film

  • 19 Mei 2026 10:05 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan, H. Tarmidzi, S.Kom., M.E. Resmi membuka Workshop Film "Festival Film Lombok 2026". Kegiatan bergengsi ini berlangsung di Aula Handayani Dikpora NTB, pada Senin, 18 Mei 2026.

Workshop film ini digelar secara estafet di seluruh wilayah NTB. Setelah pelaksanaan perdana di Kota Mataram, kegiatan akan berlanjut pada Selasa, 19 Mei 2026 di Selong Kabupaten Lombok Timur, kemudian diteruskan ke Pulau Sumbawa meliputi Kabupaten Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dikpora NTB dengan Lombok Inspira Foundation sebagai bentuk komitmen bersama dalam membuka ruang kreatif seluas-luasnya bagi generasi muda NTB.

Dalam sambutan Kepala Dinas Dikpora NTB Dr. Syamsul Hadi, M.Pd. yang disampaikan oleh H. Tarmidzi, ditegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting sebagai benteng pertahanan sosial daerah. Menurutnya, energi anak muda perlu diarahkan pada aktivitas positif dan produktif agar mampu meningkatkan kualitas pembangunan pemuda di daerah.

“Sinergi ini dibangun sebagai komitmen bersama dalam memberikan ruang kreatif yang seluas-luasnya untuk pemuda NTB sebagai benteng pertahanan yang sangat krusial. Ketika pemuda disibukkan dengan hal positif, energi mereka akan tersalurkan untuk hal-hal yang produktif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan kreatif seperti workshop film menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) NTB sekaligus memutus mata rantai berbagai persoalan sosial di masyarakat, khususnya pencegahan perkawinan anak atau yang dikenal dengan istilah “Merarik Kodek”.

“Perkawinan anak merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa karena berdampak pada kesehatan, sanitasi, kesenjangan gender, hingga persoalan sosial budaya,” ucapnya.

Lebih lanjut, H. Tarmidzi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menggali, menumbuhkan, dan mengembangkan potensi generasi muda di bidang seni, budaya, dan kreativitas.

“Kegiatan ini adalah langkah nyata dan positif bagi pemuda kita. Bidang kepemudaan sejauh ini telah melatih sekurang-kurangnya 1.300 pemuda NTB melalui berbagai program, mulai dari pelatihan kewirausahaan hingga penguasaan soft skill masa kini seperti teknologi AI dan kepemimpinan pemuda,” katanya.

Melalui workshop ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami teknik dasar perfilman seperti pengambilan gambar, penyuntingan video, dan penulisan naskah, tetapi juga mampu menghadirkan karya yang memiliki pesan moral, nilai budaya, dan dampak edukatif bagi masyarakat.

Harapnya peserta belajar bagaimana mengemas ide-ide cerdas, gagasan kreatif, dan nilai-nilai luhur yang kita miliki menjadi sebuah karya yang bermutu, berkarakter, dan membanggakan. Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar secara maksimal dari para narasumber serta membangun jejaring kolaborasi antarsesama kreator muda.

“Dengarkan materi dari para narasumber dengan saksama, bertanyalah, berdiskusilah, dan bangun kolaborasi antar peserta. Jadilah pembuat film muda yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga peka terhadap lingkungan, cinta budaya, dan berjiwa edukatif sehingga terwujud pemuda NTB yang makmur mendunia dalam perfilman,” ungkapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....