Gubernur NTB Siapkan SMK Berbasis Pesantren, Cetak Santri Mandiri dan Intelektual

  • 18 Mei 2026 16:21 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gubernur NTB Siapkan SMK Berbasis Pesantren.
  • Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmennya mendorong pengembangan pendidikan vokasi berbasis pondok pesantren.
  • Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda NTB di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmennya mendorong pengembangan pendidikan vokasi berbasis pondok pesantren. Tujuannya, untuk mencetak generasi ulama yang intelektual sekaligus mandiri secara ekonomi.

Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri silaturahmi dan tasyakuran kelulusan 23 santri kelas IX Pondok Pesantren Roja Husnul Khotimah di Praya, Lombok Tengah, Minggu, 17 Mei 2026. Dalam sambutannya, Iqbal menilai Pondok Pesantren Roja Husnul Khotimah memiliki prospek besar karena dibangun di atas semangat dakwah dan pendidikan, bukan semata orientasi material.

Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda NTB di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, kini tengah menyiapkan pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis Teaching Factory di lingkungan pesantren sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi di daerah.

“Kita sedang menyiapkan SMK yang nanti masuk kategori sebagai Teaching Factory, jurusan yang memang belum ada sejauh ini di NTB. Kita harapkan kelak adik-adik ini menjadi alumni yang membanggakan, mandiri secara ekonomi, sekaligus menjadi ulama panutan yang membimbing umat,” ujar Iqbal.

Konsep Teaching Factory sendiri diarahkan agar proses pendidikan di SMK lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Dengan pendekatan tersebut, santri diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan keagamaan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat menopang kemandirian ekonomi mereka setelah lulus.

Di hadapan para santri angkatan pertama SMP Islam Roja Husnul Khotimah, Iqbal juga berpesan agar mereka terus menuntut ilmu dan menjaga nama baik almamater.

“Pesan saya, istiqomahlah di jalan ini. Jangan pernah puas dengan ilmu yang kalian miliki sekarang. Sehebat apa pun kalian, di depan lautan ilmu Allah, kita ini tidak ada apa-apanya. Tetaplah rakus dalam ilmu pengetahuan, baik agama maupun umum,” katanya.

Menurut Gubernur, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal umum, tetapi juga membutuhkan penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan yang kuat melalui pesantren.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....