Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 124 Sekolah di Lombok Timur dan Sumbawa

  • 18 Mei 2026 07:21 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan hasil revitalisasi 124 satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa yang telah rampung 100 persen.

Peresmian dipusatkan di SMK Negeri 1 Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Minggu 17 Mei 2026, sebagai bagian dari komitmen pemerintah meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penguatan sarana dan prasarana sekolah.

Sebanyak 124 sekolah yang direvitalisasi terdiri dari 87 sekolah di Kabupaten Lombok Timur dan 37 sekolah di Kabupaten Sumbawa. Program tersebut mencakup jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan revitalisasi dan digitalisasi pendidikan bukan tujuan akhir, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

“Revitalisasi dan digitalisasi itu bukanlah tujuan akhir, tetapi merupakan bagian dari usaha kita bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti, dalam keterangan rilisnya.

Ia menjelaskan, pemerintah pada tahun 2025 mengalokasikan bantuan revitalisasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk 531 sekolah dengan total anggaran mencapai Rp527,5 miliar.

Khusus di Kabupaten Lombok Timur, bantuan revitalisasi diberikan kepada 87 sekolah dengan total nilai Rp105,9 miliar. Sementara di Kabupaten Sumbawa, revitalisasi dialokasikan untuk 37 sekolah dengan nilai bantuan mencapai Rp38,1 miliar.

Selain revitalisasi, Kemendikdasmen juga menjalankan program digitalisasi pembelajaran melalui distribusi 7.080 perangkat Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di NTB dengan total anggaran Rp236,1 miliar.

“Ini merupakan wujud bahwa setiap anak berhak belajar dengan teknologi modern. Kami berharap sarana prasarana yang sudah diterima dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Timur, Nurul Wathoni, mengapresiasi program revitalisasi dan digitalisasi yang dinilai membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

Ia mengatakan pihaknya terus mengawal pembaruan data sekolah melalui Dapodik agar bantuan pemerintah dapat tersalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi program revitalisasi dan digitalisasi dari pemerintah karena sangat membantu meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar,” ujarnya.

Program revitalisasi dan digitalisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pemerataan kualitas pendidikan di NTB, termasuk di wilayah yang masih mengalami keterbatasan fasilitas pembelajaran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....