Pemerataan Pendidikan di NTB Masih Hadapi Tantangan Pemikiran “Sekolah Favorit”

  • 09 Mei 2026 16:17 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Isu pemerataan pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Ketimpangan kualitas antara sekolah favorit dan nonfavorit menjadi sorotan utama.

Anggota DPD RI Dapil NTB, Evi Apita Maya, menilai sistem yang ada masih belum mampu mengatasi ketimpangan tersebut. Konsentrasi siswa berprestasi di sekolah tertentu menjadi salah satu penyebabnya.

Fenomena ini menciptakan kesenjangan dalam kualitas pembelajaran. Sekolah favorit cenderung memiliki lingkungan belajar yang lebih kompetitif dibandingkan sekolah lainnya.

“Berkumpulnya siswa berpotensi tinggi di satu sekolah memiliki dampak positif dan negatif,” ucapnya, Sabtu 9 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa lingkungan sangat menentukan perkembangan siswa. Interaksi dengan teman sebaya menjadi faktor penting dalam membentuk motivasi belajar.

Upaya pemerintah melalui sistem domisili dan jalur prestasi dinilai sudah tepat. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.

Praktik titipan dalam penerimaan siswa baru menjadi salah satu persoalan yang masih terjadi. Hal ini dinilai mengganggu prinsip keadilan dalam pendidikan.

“Lingkungan sangat menentukan bagaimana anak belajar dan berkembang,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pemerataan kualitas guru dan infrastruktur pendidikan. Tanpa itu, kesenjangan akan terus terjadi.

Sekolah nonfavorit membutuhkan perhatian lebih dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama.

Selain itu, kesadaran orang tua dalam memilih sekolah juga perlu diperbaiki. Tidak semua keberhasilan ditentukan oleh label sekolah favorit.

“Ini menjadi PR bersama untuk mewujudkan pemerataan pendidikan,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....