Pernikahan Dini Jadi Pemicu Tingginya Angka Putus Sekolah di NTB

  • 09 Mei 2026 16:15 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Tingginya angka putus sekolah di Nusa Tenggara Barat menjadi perhatian serius berbagai pihak. Salah satu faktor utama yang disoroti adalah praktik pernikahan dini yang masih terjadi di masyarakat.

Anggota DPD RI Dapil NTB, Evi Apita Maya, menilai fenomena ini sebagai persoalan kompleks yang membutuhkan penanganan menyeluruh. Dampaknya tidak hanya pada pendidikan, tetapi juga kesehatan dan sosial.

Menurutnya, budaya lokal seperti merarik kode menjadi salah satu pemicu utama pernikahan dini. Praktik tersebut masih sulit dihilangkan meskipun telah ada regulasi yang mengatur.

“Pernikahan dini memiliki dampak negatif terhadap pendidikan dan kesiapan anak dalam menjalani kehidupan,” jelasnya, Sabtu 9 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa anak yang menikah dini cenderung kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Selain itu, risiko kesehatan seperti kematian ibu dan stunting juga meningkat.

Pentingnya edukasi kepada masyarakat menjadi langkah utama dalam mengatasi masalah ini. Orang tua dinilai memiliki peran penting dalam menentukan masa depan anak.

Evi Apita Maya menegaskan bahwa regulasi yang ada perlu diiringi dengan kesadaran kolektif masyarakat. Tanpa itu, implementasi kebijakan akan sulit berjalan efektif.

“Kami terus memberikan edukasi agar masyarakat memahami dampak pernikahan dini,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh stakeholder untuk berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi solusi yang efektif.

Masalah ini disebut sebagai lingkaran yang harus segera diputus. Rendahnya kualitas sumber daya manusia menjadi dampak jangka panjang yang harus diantisipasi.

Peran media juga dinilai penting dalam menyuarakan isu ini secara berkelanjutan. Informasi yang masif diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....