Evi Apita Maya Soroti Ancaman Budaya Global terhadap Generasi Muda
- 09 Mei 2026 16:10 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Masuknya pengaruh budaya global menjadi perhatian serius dalam menjaga identitas generasi muda Indonesia. Hal ini disampaikan Anggota DPD RI Dapil NTB, Evi Apita Maya, dalam upaya memperkuat nilai kebangsaan.
Menurutnya, tantangan ke depan tidak hanya bersifat ekonomi dan teknologi, tetapi juga menyentuh aspek budaya dan moral generasi muda. Pengaruh eksternal dinilai mampu menggeser nilai-nilai lokal yang selama ini menjadi fondasi bangsa.
Fenomena perubahan perilaku generasi muda menjadi indikator kuat adanya pergeseran nilai. Oleh karena itu, diperlukan upaya sistematis untuk menjaga jati diri bangsa.
“Tantangan bangsa ke depan sangat berat dengan masuknya berbagai faktor eksternal yang mempengaruhi budaya, etika, dan sikap generasi muda,” terang Evi, Sabtu 9 Mei 2026.
Ia menekankan bahwa penguatan nilai Pancasila menjadi kunci utama dalam menghadapi arus globalisasi. Nilai tersebut dinilai mampu menjadi filter terhadap pengaruh negatif dari luar.
Selain itu, pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam membentuk karakter juga menjadi sorotan. Edukasi sejak dini dinilai efektif dalam membangun kesadaran kebangsaan.
Evi Apita Maya juga mengingatkan adanya fenomena generasi muda yang mulai kehilangan rasa memiliki terhadap negaranya. Hal ini dinilai sebagai dampak dari kekecewaan terhadap kondisi sosial yang berkembang.
“Harus terus ditanamkan rasa cinta tanah air agar generasi muda tetap kuat menjaga NKRI,” ujarnya.
Ia menilai bahwa keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama. Tidak banyak negara yang memiliki kekayaan budaya seperti Indonesia.
Kesadaran akan keberagaman perlu ditanamkan sebagai bagian dari identitas nasional. Hal ini penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh narasi negatif.
Upaya penguatan nilai kebangsaan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai media. Keterlibatan berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.
“Bhinneka Tunggal Ika adalah kekayaan bangsa yang tidak dimiliki negara lain,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....