Marine Science Integrated Field Course, Belajar Langsung dari Pesisir Lombok
- 08 Mei 2026 16:45 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Mataram kembali melaksanakan kegiatan praktikum terpadu bertajuk Marine Science Integrated Field Course Series XI sebagai bagian dari pembelajaran lapangan pada semester genap tahun akademik 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1–3 Mei 2026 di kawasan pesisir Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dengan melibatkan mahasiswa semester 2 dan semester 4.
Kegiatan Marine Science Integrated Field Course merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap semester oleh Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Mataram di berbagai wilayah pesisir Pulau Lombok. Setiap lokasi dipilih berdasarkan karakteristik ekosistem dan potensi sumber daya pesisir yang berbeda, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman lapangan yang lebih luas serta memahami kondisi ekologi dan sosial masyarakat pesisir secara langsung.
Pelaksanaan kegiatan ini dikomando langsung oleh dosen Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Mataram, yaitu Ir. Saptono Wapodo, M.Si.; Edwin Jefri, S.Kel., M.Si.; dan Wiwid Andriyani Lestariningsih, S.Si., M.Si. Kegiatan lapangan juga turut didukung oleh beberapa dosen pengampu mata kuliah lainnya yang mendampingi mahasiswa selama proses praktikum berlangsung. Selain itu, kegiatan ini dibantu oleh panitia mahasiswa yang diketuai oleh Juanda bersama tim kepanitiaan mahasiswa lainnya sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan terorganisir.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik lapangan yang mengintegrasikan berbagai cabang ilmu kelautan. Pembelajaran berbasis lapangan menjadi salah satu pendekatan penting dalam meningkatkan kemampuan observasi, analisis, serta keterampilan teknis mahasiswa di bidang kelautan dan pesisir.
Berbagai mata kuliah melaksanakan kegiatan praktikum selama kegiatan berlangsung. Pada mata kuliah Selam Dasar, mahasiswa mendapatkan pengalaman mencoba penggunaan alat SCUBA diving secara langsung sebagai pengenalan keterampilan penyelaman dasar.
Antusiasme mahasiswa terlihat ketika mereka mempelajari teknik penggunaan peralatan selam serta prosedur keselamatan di lapangan. Pada mata kuliah Ekologi Laut Tropis, mahasiswa melakukan pengamatan dan pendataan ekosistem mangrove dan lamun di kawasan pesisir Sambelia. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan metode identifikasi ekosistem pesisir serta memahami fungsi ekologis mangrove dan lamun dalam menjaga keseimbangan lingkungan laut.
Sementara itu, mata kuliah Botani Laut berfokus pada identifikasi dan pendataan jenis-jenis alga yang ditemukan di sekitar ekosistem mangrove dan lamun. Mahasiswa belajar mengenali karakteristik alga serta memahami peran pentingnya dalam produktivitas ekosistem pesisir.
Dalam praktikum Biologi Laut, mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap berbagai jenis biota yang hidup di kawasan pesisir, mulai dari organisme bentik hingga biota yang ditemukan di sekitar padang lamun dan kawasan intertidal. Hasil pengamatan tersebut kemudian didokumentasikan sebagai bagian dari pembelajaran lapangan.
Kegiatan lapangan juga dilakukan pada mata kuliah Ekowisata Bahari melalui wawancara dengan pengunjung dan masyarakat lokal di Dusun Gili Lampu dan kawasan Gili Kondo. Melalui interaksi tersebut, mahasiswa mempelajari potensi pengembangan wisata bahari berbasis masyarakat sekaligus memahami tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan kawasan wisata pesisir.
Selain itu, pada mata kuliah Akustik Kelautan, mahasiswa diperkenalkan dengan penggunaan alat fish finder di kawasan pesisir Sambelia. Praktikum ini memberikan pengalaman awal kepada mahasiswa dalam memahami teknologi akustik yang digunakan untuk mendeteksi objek di bawah perairan dan mendukung kegiatan kelautan.
Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, kegiatan praktikum terpadu ini juga diisi dengan aksi pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Coastal Clean Up. Mahasiswa bersama peserta kegiatan lainnya melakukan pembersihan kawasan pesisir sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan laut dan upaya meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan pantai dari sampah plastik dan limbah lainnya.
Pelaksanaan kegiatan ini turut didukung melalui kolaborasi bersama Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Kelautan FKIK Unram, KOMPAK LP, dan Pondok Siola yang ikut berkontribusi dalam mendukung kelancaran kegiatan dan penguatan nilai edukatif selama praktikum lapangan berlangsung.
Melalui Marine Science Integrated Field Course Series XI, Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Mataram berharap mahasiswa mampu meningkatkan kemampuan akademik, keterampilan lapangan, serta membangun kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan, membangun pengalaman baru, dan menciptakan memori berharga selama proses belajar di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....