Gubernur Iqbal: NTB Butuh Guru yang Dicintai Murid, Bukan Sekadar Pengajar
- 08 Mei 2026 12:28 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Gubernur Iqbal: NTB Butuh Guru yang Dicintai Murid, Bukan Sekadar Pengajar
- Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan
RRI>CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi NTB menegaskan pembangunan pendidikan tidak cukup hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga harus memperkuat karakter dan nilai kemanusiaan peserta didik. Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, guru dinilai memegang peran penting dalam membentuk generasi masa depan yang tangguh secara intelektual, emosional, dan spiritual.
Pesan itu disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menghadiri pelatihan ESQ Leadership Center yang diikuti ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan di ruang teater Ahmad Firdaus Sukmono Universitas Islam Al-Azhar Mataram, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurut Iqbal, guru tidak sekadar bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, melainkan menjadi figur teladan yang membentuk watak dan kepribadian murid. “Jadilah guru yang layak dicintai oleh murid-muridnya, karena guru bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi menjadi teladan dan pembentuk karakter,” katanya.
Iqbal menilai tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks seiring derasnya arus globalisasi dan perkembangan media sosial. Karena itu, pendidikan karakter dinilai menjadi fondasi penting agar generasi muda tidak kehilangan arah di tengah perubahan sosial yang cepat.
Ia juga menyinggung pentingnya kemampuan mengenali diri sendiri sebagai bagian dari pembentukan karakter manusia. Menurutnya, banyak persoalan sosial berakar dari ketidakmampuan seseorang berdamai dengan dirinya sendiri.
“Salah satu hal penting dalam hidup adalah kemampuan berdialog dengan diri sendiri. Banyak orang merasa kesepian bukan karena tidak memiliki teman, tetapi karena tidak pernah berdamai dengan dirinya sendiri,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Iqbal turut menyampaikan permohonan maaf kepada para guru, khususnya guru PPPK paruh waktu, karena pemerintah daerah belum sepenuhnya mampu memenuhi harapan kesejahteraan tenaga pendidik akibat keterbatasan fiskal daerah.
Meski demikian, Pemprov NTB, kata dia, tetap berupaya memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru. Salah satunya melalui tambahan penghasilan sebesar Rp500 ribu per bulan bagi guru PPPK paruh waktu sebagai langkah awal perbaikan kesejahteraan.
“Kami ingin mengirim pesan bahwa pemerintah tidak berhenti memikirkan kesejahteraan guru. Kemampuan kami saat ini memang terbatas, tetapi ikhtiar untuk terus memperbaiki kondisi guru akan tetap menjadi perhatian,” katanya.
Iqbal menilai kehadiran guru semakin penting di tengah era disrupsi global. Anak-anak, menurut dia, tidak hanya membutuhkan pengajaran di ruang kelas, tetapi juga perhatian, kasih sayang, dan pendampingan dari orang dewasa yang memahami persoalan mereka.
“Pendidikan bukan hanya soal pelajaran di kelas, tetapi tentang menghadirkan kepedulian dan nilai-nilai kehidupan,” ujar Iqbal.
Sementara itu, pendiri ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar Agustian mengatakan penguatan kecerdasan emosional dan spiritual menjadi bagian penting dalam membangun manusia Indonesia yang utuh. Menurut Ary, NTB memiliki modal sosial dan spiritual yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan pendidikan karakter di Indonesia.
“NTB adalah daerah pilihan. Pulau Seribu Masjid yang memiliki semangat spiritualitas, gotong royong, dan ketakwaan yang kuat. Dari NTB inilah kami yakin akan lahir generasi emas Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyebut sekitar 800 jamaah ESQ dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji sebagai bagian dari pembinaan spiritual yang dilakukan ESQ Leadership Center.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat memperkuat kualitas pendidikan di NTB sekaligus melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....