Rektor UIN Mataram Dampingi Menkomdigi di Ponpes Qomarul Huda Bagu, Perkuat Sinerg

  • 06 Mei 2026 17:06 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Rektor Universitas Islam Negeri Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag mendampingi kunjungan kerja Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, di Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, pada Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pendidikan keislaman dan transformasi digital nasional.

Kunjungan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan kementerian serta Indah Dhamayanti Putri selaku Wakil Gubernur NTB. Kehadiran Rektor UIN Mataram bersama Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Subhan, M.Ag menegaskan peran aktif perguruan tinggi Islam dalam mendukung percepatan transformasi digital.

Momentum ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat integrasi antara pesantren, perguruan tinggi, dan pemerintah. Pesantren dipandang sebagai pusat pembelajaran yang mampu menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

Dalam dialog yang berlangsung, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari penguatan literasi digital di lingkungan pesantren hingga pengembangan sumber daya manusia berbasis teknologi. Selain itu, peran lembaga pendidikan dalam menangkal disinformasi juga menjadi perhatian utama untuk menjaga ruang digital yang sehat.

Prof. Masnun Tahir menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman. UIN Mataram berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan literasi digital, pengembangan riset, serta pemberdayaan masyarakat berbasis nilai moderasi beragama.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terbangun kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan antara pemerintah, pesantren, dan perguruan tinggi. Sinergi tersebut dinilai penting dalam menghadirkan pendidikan Islam yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di era digital.

Langkah kolaboratif ini menegaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar perubahan teknologi, tetapi juga upaya kolektif dalam membangun peradaban yang cerdas, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....