Mitigasi Perkotaan Halau Kerusakan Ekologis Kota
- 30 Apr 2026 22:43 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Tanggerang Selatan adalah salah satu kota dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Dalam dua dekade terakhir, BPS Kota Tanggerang Selatan mencatat populasi kota tetangga Jakarta ini mencapai 1,47 juta jiwa pada 2025. Sementara kotanya seluas 147 kilo meter persegi. Kawasan perumahan dan area bisnis raksasa dibangun dengan menggusur perkebunan karet, lahan hijau, serta tanah kosong dalam lima dekade terakhir.
Namun, pertumbuhan ini tidak dibarengi perencanaan ekologis. Ruang terbuka hijau (RTH) masih jauh dari target minimal 30 persen. Dari jurnal berdasarkan riset peneliti Universitas Negeri Jakarta, diketahui RTH di Kota Tanggerang Selatan pada 2010 seluas 6.070 hektar menyusut menjadi 4.224 hektar saja 10 tahun kemudian. Koridor satwa liar sepertinya belum ada dalam rencana induk kota atau mungkin tidak dipikirkan sama sekali.
KOTA INKLUSIF
Indonesia, dengan proyeksi 72,9 persen penduduk tinggal di perkotaan pada 2045 (Kebijakan Perkotaan Nasional/KPN 20245), seharusnya belajar dari Singapura. Apalagi KPN 2045 menyebut salah satu misinya adalah “mendorong kota yang hijau dan Tangguh”.
Jika kita ingin kota-kota di Indonesia pada 2045 hijau, Tangguh, inklusif, dan aman dari konflik manusia versus satwa, koridor satwa liar harus menjadi bagian dari integral dari perencanaan tata ruang. Wildlife coridors atau ecological connectivity menjadi fasilitas urban yang tak dapat ditawar lagi. Bukan sekadar RTH 30 persen sebagai area resapan air berupa taman atau hutan kota dengan rumput, pepohonan, bangku, dan jogging track. (Diambil dari artikel berjudul Bahaya Rokok Ilegal bagi Lingkungan di Harian KOMPAS tanggal 17 Oktober 2025).
MITIGASI BENCANA DENGAN VETIVER
Vertiver atau akar merupakan rumput dari India, dengan berbagai manfaatnya terhadap lingkungan hidup, meliputi, bagian akar untuk mencegah longsor dan banjir, memperbaiki kualitas air, melindungi infrastruktur, menyerap racun dan menyuburkan tanah.
MITIGASI BENCANA DENGAN KELAPA
Pohon kelapa memili akar serabut yang tumbuh secara vertical/horizontal demham panjang mencapai 8-16 m dengan manfaat: Menghalang terjangan gelombang tsunami; Mencegah terjadinya abrasi; Menahan ombak; Mencegah terjadinya erosi.
MITIGASI BENCANA DENGAN BERINGIN
Pohon beringin tumbuh dengan akar gantung yang semakin membesar dan kadang menyatu dengan batang utamanya sehingga batang pohon beringin berbentuk tidak beraturan dan kayunya kurang dimanfaatkan secara optimal. Namun, pohon beringin memiliki manfaat berikut, menahan erosi dan air hujan maupun air sungai yang mengalir; menambah cacangan air tanah; menahan terjangan gelombang tsunami; tidak mudah tumbang karena perakaran yang dalam dan kuat
MITIGASI BENCANA DENGAN CEMARA LAUT
Cemara laut dapat tumbuh pada Pantai berpasir dengan akar tunggang yang kuat, manfaat yang dimiliki antara lain, meningkatkan agregasi perkembangan struktur tanah; memperbaiki unsur hara; meningkatkan kadar air tanah di bawah tegakan; menahan terjangan ombak; Mencegah abrasi Pantai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....