Bimtek Revitalisasi Bahasa Samawa dan Mbojo 2026 Perkuat Bahasa Daerah

  • 29 Apr 2026 18:49 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama dalam rangka Revitalisasi Bahasa Daerah Samawa dan Mbojo Tahun 2026 resmi dibuka pada Senin, 27 April 2026 di Aula Wijaya Kusuma, BPMP Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah di tengah tantangan penurunan jumlah penutur.

Kegiatan yang digagas Balai Bahasa Provinsi NTB ini dibuka oleh Plh. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Kasman, dan diikuti oleh guru SD dan SMP dari lima kabupaten/kota di Pulau Sumbawa.

Dalam laporan panitia, Gilang Aryo Damar menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 April 2026, dengan melibatkan 120 peserta. Rinciannya terdiri atas 26 guru SD Samawa, 22 guru SMP Samawa, 39 guru SD Mbojo, dan 33 guru SMP Mbojo.

Selama pelaksanaan, peserta akan mendapatkan berbagai materi, antara lain penulisan cerpen, pembacaan puisi, basakeco (Samawa), tembang dali (Mbojo), penulisan aksara, pidato, komedi tunggal, hingga mendongeng.

Dalam sambutannya, Kasman menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan hasil kajian vitalitas bahasa di NTB yang menunjukkan adanya penurunan penggunaan bahasa daerah, termasuk Sasak, Samawa, dan Mbojo.

Ia menyoroti kecenderungan berkurangnya pewarisan bahasa daerah kepada generasi muda, khususnya di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama. Oleh karena itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menginisiasi program revitalisasi sebagai langkah strategis menjaga keberlangsungan bahasa daerah.

Selama empat hari, kegiatan dilaksanakan secara paralel dalam beberapa kelas, yakni kelas SD dan SMP untuk bahasa Samawa dan Mbojo. Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu menularkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada guru lain serta peserta didik di sekolah masing-masing.

Selain itu, peserta juga didorong untuk berpartisipasi aktif dalam Festival Tunas Bahasa Ibu yang direncanakan berlangsung pada akhir tahun 2026.

Bimtek ini diharapkan memperkuat peran guru sebagai garda terdepan dalam pelindungan dan pengembangan bahasa daerah, sekaligus memastikan bahasa Samawa dan Mbojo tetap lestari di tengah generasi muda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....