Dirjen Pendis Hadiri Wisuda ke-54 UIN Mataram, Tegaskan Pentingnya Riset Berdampak

  • 27 Apr 2026 20:11 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pelaksanaan Wisuda ke-54 Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram pada Sabtu, 25 April 2026, berlangsung dengan suasana penuh khidmat dan emosional. Kegiatan akademik ini semakin istimewa dengan kehadiran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. KH. Amin Suyitno, M.Ag, yang turut memberikan orasi ilmiah kepada para wisudawan.

Sebanyak 796 lulusan secara resmi diwisuda oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun, M.Ag, sebagai generasi intelektual yang siap terjun dan berkontribusi di tengah masyarakat. Momen ini menjadi puncak dari proses panjang yang dilalui mahasiswa, mulai dari perjuangan akademik hingga pembentukan karakter.

Prof. Masnun Tahir dalam sambutannya menyampaikan bahwa wisuda merupakan hasil dari kerja keras, doa, dan konsistensi para mahasiswa selama menjalani pendidikan. Namun, ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam kehidupan sosial.

Ia juga menekankan bahwa gelar akademik tidak hanya menjadi simbol intelektualitas, tetapi juga mengandung tanggung jawab moral dan sosial. Lulusan diharapkan mampu menjadi individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Selain itu, Rektor UIN Mataram menyoroti pentingnya sinergi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, keseimbangan tersebut menjadi kunci dalam menciptakan lulusan yang utuh, baik secara intelektual maupun spiritual.

Lebih lanjut, ia memaparkan peran lulusan berdasarkan jenjang pendidikan. Lulusan sarjana (S1) diharapkan mampu menjadi pelaksana perubahan di masyarakat, lulusan magister (S2) berperan sebagai pengembang keilmuan yang menjembatani teori dan praktik, sementara lulusan doktor (S3) dituntut untuk menghasilkan gagasan baru yang berkontribusi terhadap kemajuan peradaban.

Suasana Wisuda di UIN Mataram.

Dalam refleksinya, Rektor menegaskan bahwa ukuran keberhasilan tidak semata ditentukan oleh jabatan atau materi, melainkan dari sejauh mana seseorang mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

Sementara itu, dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. KH. Amin Suyitno menyampaikan bahwa wisuda sejatinya merupakan momen kebahagiaan bagi orang tua. Ia menyebutnya sebagai “haflah”, yakni perayaan atas doa, pengorbanan, dan perjuangan orang tua yang mengantarkan anak-anak mereka hingga titik ini.

Ia mengajak para wisudawan untuk tidak melupakan jasa orang tua dengan cara menunjukkan rasa syukur dan penghormatan yang tulus. Menurutnya, keberhasilan akademik tidak terlepas dari peran besar keluarga yang selalu mendukung di setiap proses.

Dalam suasana yang lebih ringan, ia juga menyinggung dinamika perjalanan akademik, khususnya pada jenjang sarjana, yang kerap diwarnai tantangan seperti proses bimbingan dan ujian skripsi. Hal tersebut, menurutnya, justru menjadi bagian penting dalam membentuk ketahanan mental dan kedewasaan berpikir mahasiswa.

Lebih jauh, Prof. Amin menjelaskan karakteristik keilmuan pada tiap jenjang pendidikan. Lulusan S1 dipandang sebagai individu yang baru memahami dasar ilmu, lulusan S2 memiliki kemampuan analisis dan pengembangan gagasan, sedangkan lulusan S3 dituntut untuk melahirkan inovasi serta pengetahuan baru.

Ia menegaskan bahwa setiap tingkat pendidikan membawa konsekuensi tanggung jawab intelektual yang semakin tinggi.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan bahwa perguruan tinggi harus melampaui rutinitas akademik dan mampu menghasilkan riset yang memberikan dampak nyata.

Menurutnya, fungsi pendidikan tinggi harus berjalan melalui tiga pilar utama, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, yang harus terintegrasi secara seimbang.

Selain orang tua, ia juga menyoroti peran penting guru dan dosen dalam membentuk kapasitas intelektual dan karakter mahasiswa. Oleh karena itu, penghargaan terhadap para pendidik menjadi bagian dari etika akademik yang perlu dijaga oleh setiap lulusan.

Wisuda ke-54 ini menjadi simbol lahirnya generasi baru yang diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan zaman. Dalam menghadapi dinamika global, para lulusan dituntut untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta inovasi dan agen perubahan.

Sebagai penutup, ucapan selamat disampaikan kepada seluruh wisudawan. Harapannya, ilmu yang telah diperoleh dapat menjadi bekal untuk memberikan kontribusi nyata, sekaligus menjadi amal berkelanjutan bagi kemajuan umat, bangsa, dan peradaban.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....