Rektor Undikma Mataram Dorong Sarjana Pendidikan Tingkatkan Kompetensi
- 27 Apr 2026 12:30 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Fenomena membludaknya lulusan Sarjana Pendidikan (S.Pd) di tengah terbatasnya formasi guru menjadi perhatian serius di dunia pendidikan. Kondisi ini memunculkan tantangan baru, terutama terkait kesejahteraan lulusan yang tidak semuanya terserap di sektor pendidikan formal.
Perguruan tinggi pun dituntut tidak hanya mencetak tenaga pendidik, tetapi juga individu adaptif dengan kompetensi lintas sektor. Hal ini menjadi strategi penting untuk menjawab dinamika pasar kerja yang semakin kompetitif dan fleksibel.
Rektor Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Mataram, Prof. Drs. Basuki Widodo, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa pendekatan pendidikan saat ini harus berbasis kolaborasi antara pedagogi dan penguatan ilmu substansi. Ia menilai, lulusan pendidikan perlu memiliki nilai tambah agar tidak bergantung pada satu profesi saja.
“Lulusan pendidikan tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengajar, tetapi juga harus memiliki penguasaan ilmu yang terus diperbarui sesuai perkembangan zaman,” jelasnya, Senin 27 April 2026.
Menurutnya, integrasi antara pedagogi dan keilmuan akan menghasilkan lulusan yang lebih fleksibel dalam menentukan karier. Hal ini penting karena realitas di lapangan menunjukkan tidak semua lulusan dapat langsung menjadi guru.
Selain itu, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Mahasiswa dituntut tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga memahami konsep di balik teknologi tersebut.
“Mahasiswa harus memahami AI dari sisi konsep, termasuk dasar sains dan coding, sehingga mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkembang,” katanya.
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan daya saing lulusan di berbagai sektor, baik formal maupun nonformal. Dengan kompetensi tambahan, lulusan S.Pd memiliki peluang lebih luas untuk berkarier di luar bidang pendidikan.
Ia mencontohkan bahwa lulusan pendidikan dapat bekerja di sektor pariwisata, perbankan, hingga industri kreatif dengan memanfaatkan kemampuan komunikasi dan pedagogi yang dimiliki.
“Justru lulusan pendidikan punya keunggulan dalam komunikasi dan penyampaian ide, ini menjadi nilai tambah di berbagai bidang pekerjaan,” tuturnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya penguatan soft skill selama masa perkuliahan. Aktivitas kemahasiswaan dinilai menjadi sarana efektif untuk membentuk karakter dan keterampilan interpersonal mahasiswa.
“Mahasiswa harus aktif mengasah soft skill agar ketika lulus tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga kompetensi nyata,” katanya, menegaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....