Waspada Silent Call dan Modus Telepon Tak Dikenal

  • 23 Apr 2026 10:10 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pernah menerima telepon dari nomor asing yang tiba-tiba terputus tanpa suara, atau justru berisi tawaran produk yang datang berulang kali? Fenomena ini kini semakin sering dialami banyak orang. Sekilas terlihat sepele, namun jika dicermati, ada berbagai modus di balik panggilan tersebut yang perlu diwaspadai.

Salah satu yang cukup sering terjadi adalah silent call, yaitu panggilan tanpa suara yang berlangsung singkat lalu terputus. Panggilan seperti ini bisa menjadi bagian dari modus tertentu, bukan sekadar gangguan teknis biasa.

Selain itu, modus telepon lain yang juga marak adalah panggilan promosi atau penawaran produk. Berdasarkan penjelasan dalam video Youtube dari Hubert Tjandra, pelaku biasanya menggunakan sistem “bank nomor” serta nomor virtual yang dapat berganti secara otomatis. Hal ini membuat panggilan tetap muncul meskipun nomor sebelumnya sudah diblokir. Aktivitas ini kerap dilakukan oleh pihak telemarketing dari berbagai sektor, mulai dari pinjaman online, asuransi, hingga produk digital.

Lalu, bagaimana cara kerja silent call? panggilan ini umumnya menggunakan sistem otomatis (robocall) untuk menghubungi banyak nomor sekaligus. Tujuannya adalah untuk memverifikasi apakah nomor tersebut masih aktif. Ketika panggilan diangkat, sistem akan menandai nomor sebagai aktif dan berpotensi dimasukkan ke dalam daftar target berikutnya.

Modus ini bahkan bisa berkembang menjadi bentuk penipuan yang lebih canggih. Berdasarkan imbauan dari Instagram Kominfo Gunungkidul, pelaku dapat memanfaatkan teknologi voice phishing, yaitu penipuan berbasis suara. Dengan bantuan kecerdasan buatan, suara seseorang dapat ditiru hanya dari rekaman singkat sekitar tiga detik. Suara tersebut kemudian digunakan untuk menghubungi keluarga atau kerabat korban dengan alasan darurat, seperti meminta bantuan uang atau informasi penting.

Risiko dari berbagai modus telepon ini tidak hanya sebatas gangguan. Selain mengganggu kenyamanan, ada potensi penyalahgunaan data pribadi hingga penipuan yang dapat merugikan secara finansial. Nomor telepon yang sudah teridentifikasi aktif berpotensi masuk ke dalam sistem yang lebih luas, bahkan bisa diperjualbelikan.

Dampaknya pun mulai dirasakan masyarakat. Banyak orang menjadi lebih waspada terhadap panggilan masuk, bahkan ragu untuk mengangkat telepon dari nomor tidak dikenal. Di sisi lain, meningkatnya kasus penipuan digital menunjukkan bahwa modus ini terus berkembang seiring kemajuan teknologi.

Untuk menghindari risiko tersebut, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Berdasarkan imbauan dari Kominfo Gunungkidul dan Pemerintah Kota Tangerang, masyarakat sebaiknya tidak sembarang mengangkat telepon dari nomor tak dikenal, serta segera menutup panggilan jika tidak ada suara selama 5 detik. Gunakan fitur pemblokiran untuk nomor mencurigakan dan hindari memberikan data pribadi melalui telepon. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi pelacak nomor seperti GetContact atau Truecaller, serta layanan pengecekan nomor tidak dikenal yang disediakan Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui situs aduannomor.id.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa tidak semua panggilan telepon aman untuk direspons. Dengan memahami berbagai modus, mulai dari silent call hingga telepon promosi yang berulang, masyarakat dapat lebih bijak dan waspada dalam menjaga keamanan data pribadi di era digital sekarang. (RRI/Aldi W)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....