SMAN 3 Mataram Peroleh Sejumlah Prestasi, Pembinaan Siswa Dinilai Terarah
- 21 Apr 2026 15:59 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Dalam rentang Februari hingga April 2026, SMAN 3 Mataram mencatatkan sejumlah capaian prestasi dari berbagai ajang kompetisi. Raihan tersebut tidak hanya menunjukkan kuantitas, tetapi juga memperlihatkan pola yang semakin terarah.
Prestasi yang diraih tidak bertumpu pada satu bidang tertentu. Sekolah mampu menempatkan siswanya pada berbagai lini kompetisi, mulai dari akademik hingga kreatif.
Kepala SMAN 3 Mataram, Yuspita Martiningrum, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten. Ia menyebut bahwa setiap partisipasi lomba telah melalui pertimbangan yang matang.
“Dalam periode Februari hingga April, kami berhasil meraih sedikitnya enam prestasi dari berbagai ajang,” ujarnya, Selasa 21 April 2026.
Ia mengungkapkan salah satu capaian terbaru datang dari lomba yang digelar Tribun Lombok di Gramedia. Dalam ajang tersebut, siswa SMAN 3 Mataram berhasil meraih dua posisi juara dalam satu kategori konten kreator.
Hasil ini menunjukkan bahwa kualitas siswa tidak bersifat tunggal, tetapi mampu bersaing secara bersamaan dalam satu bidang. Kompetisi internal yang sehat menjadi salah satu faktor pendukungnya.
“Pada lomba konten kreator, kami meraih juara satu dan juara tiga dalam satu kategori,” katanya.
Selain itu, katanya, kontribusi juga datang dari sektor akademik yang diselenggarakan oleh Pusat Olimpiade Sains Indonesia tingkat Provinsi. Muhammad Khairan Rafie meraih mendali perak bidang informatika dan Aruni Divya Chaniago mendapat medali Perunggu bidang matematika.
Capaian ini memperlihatkan bahwa penguatan akademik tetap berjalan seiring dengan pengembangan kreativitas siswa. Keseimbangan ini menjadi bagian dari arah pembinaan yang diterapkan.
“Kami juga meraih medali perak dan perunggu dalam ajang Olimpiade Sains Nasional,” jelasnya.
Dalam menentukan keikutsertaan lomba, sekolah menerapkan pendekatan berbasis potensi. Setiap siswa diarahkan sesuai dengan kemampuan dan bidang unggulannya.
Pendekatan tersebut menurut Yuspita mampu meningkatkan efektivitas partisipasi. Siswa tidak hanya ikut serta, tetapi juga memiliki peluang yang lebih besar untuk berprestasi.
“Keikutsertaan lomba harus disesuaikan dengan kemampuan agar hasilnya bisa maksimal,” ucapnya.
Jika dilihat lebih jauh, capaian ini tidak berdiri sendiri sebagai hasil akhir. Ada proses seleksi, pembinaan, dan penguatan yang berjalan di belakangnya, yang perlahan membentuk ritme prestasi sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....