SMPN 13 Mataram Siapkan 10 Rombel, Tunggu Kepastian Regulasi SPMB

  • 14 Apr 2026 11:42 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – SMPN 13 Mataram mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran mendatang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penerimaan berjalan optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sekolah telah memetakan kebutuhan daya tampung berdasarkan jumlah siswa yang akan lulus tahun ini. Plt. Kepala SMPN 13 Mataram, I Made Kawiarsa menyebutkan bahwa perencanaan ini penting untuk menjaga keseimbangan jumlah siswa.

“Kami sudah menyiapkan 10 rombongan belajar dengan total sekitar 360 siswa,” ungkapnya, Selasa 14 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa jumlah tersebut disesuaikan dengan jumlah siswa kelas IX yang akan lulus. Menurutnya, kondisi ini membuat sekolah tidak mengalami kendala dalam penyediaan sarana.

Kepala sekolah menambahkan bahwa fasilitas seperti meja dan bangku masih mencukupi untuk menampung siswa baru. Ia menilai kesiapan sarana menjadi faktor penting dalam menunjang proses belajar.

“Jumlah siswa yang keluar dan masuk hampir sama, sehingga kami tidak kesulitan dalam menyiapkan fasilitas,” jelasnya.

Selain sarana, sekolah juga mulai menyiapkan kepanitiaan SPMB sebagai bagian dari langkah awal. Kawiarsa mengatakan bahwa pembentukan panitia dilakukan secara bertahap.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini baru ketua dan sekretaris yang ditunjuk. Sementara itu, susunan lengkap panitia masih menunggu pembahasan lanjutan.

“Kami sudah menunjuk ketua dan sekretaris, untuk tim lengkapnya akan kami diskusikan kembali,” katanya.

Di sisi lain, sekolah masih menunggu regulasi resmi dari Dinas Pendidikan Kota Mataram. Hal ini terutama berkaitan dengan teknis pelaksanaan dan sistem seleksi.

Ia menjelaskan bahwa terdapat empat jalur penerimaan yang kemungkinan tetap digunakan. Jalur tersebut meliputi domisili, prestasi, afirmasi, dan perpindahan orang tua.

“Kami masih menunggu kejelasan regulasi, khususnya terkait jalur prestasi dan kemungkinan penggunaan hasil TKA,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....