SMP MBS Masbagik Terapkan Strategi PPDB Lebih Awal dari Sekolah Lain
- 13 Apr 2026 18:32 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) baru, mulai dilakukan oleh berbagai sekolah, baik negeri maupun swasta. Namun, SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Masbagik memiliki strategi berbeda dengan membuka pendaftaran lebih awal sejak tahun sebelumnya.
Langkah ini menjadi salah satu strategi di tengah persaingan ketat antar sekolah dalam menjaring calon peserta didik baru. Kepala SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Masbagik Dian Fujiati mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memulai proses promosi sejak November tahun lalu.
Promosi dilakukan melalui berbagai platform, seperti Instagram, Facebook, serta WhatsApp. Selain itu, tim sekolah juga turun langsung melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah terdekat untuk memperkenalkan program unggulan MBS.
“Bahkan sebelum pendaftaran dibuka, sudah ada wali murid yang lebih dulu bertanya kapan pendaftaran dimulai. Karena itu kami buka lebih awal, sekitar November–Desember, dan akan ditutup pada Juli,” ungkap Dian Fujiati saat RRI temui di ruangannya, Senin, 13 April 2026.
Ia menjelaskan, sekolah berbasis pesantren umumnya memang membuka pendaftaran lebih awal dibandingkan sekolah negeri yang biasanya dimulai mendekati akhir tahun ajaran. SMP MBS Masbagik sendiri mengusung konsep pendidikan terpadu dengan branding sains dan teknologi yang dipadukan dengan sistem pondok pesantren.
" Kegiatan belajar formal berlangsung dari pagi hingga pukul 14.00 WITA, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan kepesantrenan dari waktu Asar hingga malam hari," ucapnya.
Sebagai bagian dari strategi promosi, MBS juga menggelar kegiatan “MBS Sains Expo” yang menyasar siswa SD kelas 5 dan 6. Dalam kegiatan ini, siswa MBS menampilkan berbagai eksperimen sains, seperti robotik dan proyek ilmiah lainnya .
Dari sisi pembiayaan, sekolah menerapkan biaya terjangkau. Selain itu, sekolah juga mendapatkan dukungan dana dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) .
" Iuran bulanan sekitar Rp800 ribu serta iuran tahunan sekitar Rp2 juta untuk kebutuhan pondok, termasuk konsumsi tiga kali sehari dan fasilitas asrama," katanya.
Untuk menjaga kualitas pendidikan, pihak sekolah rutin mengadakan workshop peningkatan kompetensi guru setiap awal semester. Hal ini dilakukan guna memastikan kualitas pembelajaran tetap optimal.
Pada tahun ajaran kali ini, MBS Masbagik hanya membuka satu kelas dengan kuota sekitar 32 siswa. Pembatasan ini dilakukan karena keterbatasan ruang kelas, sekaligus untuk menjaga kualitas pembelajaran agar lebih fokus dan maksimal.
" Sejumlah lulusan MBS menunjukkan capaian yang membanggakan. Beberapa diantaranya berhasil diterima di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) serta sekolah unggulan lainnya," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....