Catat! TKA Bukan Menjadi Penentu Kelulusan

  • 13 Apr 2026 11:51 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Yayasan Dharma Laksana Mataram
  • Tes Kemampuan Akademik (TKA)

RRI.CO.ID, Mataram – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya wilayah Lombok, untuk meninjau langsung kesiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di sejumlah sekolah.

Dalam kunjungan perdananya sejak bertolak dari Jakarta, Wamen memilih mendatangi salah satu sekolah swasta, dibawa naungan Yayasan Dharma Laksana di Mataram, Senin 13 April 2026, guna memastikan kesiapan siswa kelas 6 yang akan mengikuti TKA pada 20 April mendatang. Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP telah berlangsung sejak 6 hingga 16 April, sementara tingkat SD dijadwalkan mulai 20 April.

“Tujuan kami datang ke sini adalah untuk mengecek langsung kesiapan anak-anak menghadapi TKA serta melihat pemanfaatan fasilitas pembelajaran seperti interactive flat panel,” ujarnya.

Dalam dialog dengan siswa, Wamen menemukan bahwa penggunaan teknologi pembelajaran tersebut memberikan dampak positif. Siswa mengaku proses belajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan, sementara guru merasa terbantu dalam menyampaikan materi secara lebih visual.

Selain itu, ia juga meninjau kemampuan literasi siswa, khususnya di kelas 3 SD. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa siswa mampu membaca dan memahami isi teks dengan baik. Hal ini dinilai sebagai indikator positif dalam upaya peningkatan literasi di daerah.

Tak hanya itu, Wamen juga memantau pelaksanaan program makan bergizi gratis. Ia mengapresiasi kondisi di lapangan yang dinilai berjalan baik, termasuk meningkatnya minat siswa dalam mengonsumsi sayuran.

“TKA ini bukan penentu kelulusan, tetapi sebagai alat pemetaan kemampuan siswa. Hasilnya bisa dimanfaatkan, salah satunya untuk jalur prestasi saat melanjutkan pendidikan,” tegasnya, sekaligus mengimbau siswa agar tidak merasa takut atau tertekan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Dharma Laksana Mataram, Made Selamet, mengaku kunjungan tersebut merupakan kehormatan bagi pihaknya. Ia menyebutkan bahwa yayasan yang berdiri sejak 1995 itu baru pertama kali menerima kunjungan pejabat setingkat wakil menteri.

“Kami sangat bersyukur dan bahagia. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak membedakan antara sekolah negeri dan swasta,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa selain fokus pada prestasi akademik, pihak yayasan menekankan pembentukan akhlak siswa. Menurutnya, minat masyarakat terhadap sekolah yang dikelola yayasan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dalam kesempatan tersebut, pihak yayasan berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, terutama dalam hal penambahan fasilitas pendidikan seperti perangkat pembelajaran di setiap kelas serta perbaikan infrastruktur sekolah.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan lembaga pendidikan di daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara merata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....