Mengenal Nafta: Emas Cair di Balik Mahalnya Harga Plastik Dunia

  • 10 Apr 2026 22:47 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Mengenal Nafta, 'emas cair' yang menjadi bahan baku utama industri plastik. Pelajari proses pengolahan minyak mentah menjadi nafta serta perannya yang krusial dalam menentukan harga barang konsumsi harian Anda.

RRI.CO.ID, Mataram - Istilah nafta mendadak ramai diperbincangkan seiring dengan melonjaknya harga barang-barang plastik di pasaran. Banyak yang bertanya-tanya, apa sebenarnya nafta dan mengapa komoditas ini memiliki pengaruh yang begitu besar terhadap isi dompet kita sehari-hari?

Apa Itu Nafta?

Secara teknis, nafta adalah cairan hidrokarbon yang mudah terbakar, dihasilkan dari proses penyulingan minyak mentah atau kondensat gas alam. Jika diibaratkan dalam proses memasak, nafta adalah "bumbu dasar" paling krusial sebelum diolah menjadi berbagai produk jadi.

Dalam industri petrokimia, nafta bukanlah hasil akhir. Ia harus melalui proses yang disebut steam cracking untuk diubah menjadi gas-gas berharga seperti etilena dan propilena. Gas inilah yang nantinya dipolimerisasi menjadi butiran plastik (biji plastik).

Mengapa Nafta Menentukan Harga Plastik?

Ketergantungan industri plastik terhadap nafta sangatlah absolut. Hampir sebagian besar plastik jenis PE (Polyethylene) yang digunakan untuk kantong belanja dan PP (Polypropylene) untuk wadah makanan berasal dari pengolahan nafta.

Mengutip penjelasan teknis dari Britannica, nafta bertindak sebagai bahan baku utama (feedstock) yang menjembatani industri minyak bumi dengan industri kimia. Maka, ketika harga minyak mentah dunia bergejolak, harga nafta akan langsung terkerek naik.

Rantai Pasok yang Rentan

Alasan mengapa harga plastik saat ini melambung tinggi berkaitan erat dengan kelangkaan nafta di pasar global. Beberapa faktor penyebabnya antara lain:

Prioritas Energi: Saat krisis energi melanda, banyak kilang minyak lebih memprioritaskan produksi bahan bakar (bensin/solar) ketimbang nafta.

Logistik Global: Gangguan pada jalur laut membuat distribusi nafta dari produsen besar seperti Timur Tengah ke Asia menjadi terhambat dan jauh lebih mahal.

Melansir dari Liputan6 Ekonomi, kenaikan biaya produksi di tingkat hulu ini menciptakan efek domino. Produsen biji plastik harus menaikkan harga jual ke pabrik kemasan, yang akhirnya membebankan kenaikan tersebut kepada konsumen akhir.

Bukan Hanya Untuk Plastik

Penting untuk diketahui bahwa kegunaan nafta tidak hanya terbatas pada plastik. Cairan ini juga digunakan dalam produksi:

Bahan pelarut (solvent) dalam industri cat.

Bahan pembersih industri.

Campuran bahan bakar mesin pesawat (avtur) tertentu.

Dengan fungsinya yang sangat luas, tidak heran jika nafta sering dijuluki sebagai "emas cair" dalam dunia industri modern. Memahami pergerakan harga nafta sama saja dengan memahami masa depan harga barang konsumsi di pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....