Kenali IGRS, Sistem Rating Game Resmi di Indonesia

  • 09 Apr 2026 15:03 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Di tengah pesatnya perkembangan industri game, muncul satu istilah yang mulai sering dibicarakan, yaitu IGRS. Banyak gamer mungkin baru mendengarnya belakangan ini, apalagi setelah ramai diperbincangkan di berbagai platform digital. Namun sebenarnya, sistem ini memiliki peran penting dalam dunia game di Indonesia.

IGRS atau Indonesia Game Rating System adalah sistem klasifikasi usia untuk game yang dikelola oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital. Berdasarkan laman resmi Kementerian Komunikasi dan Digital, sistem ini resmi dirilis pada 11 Oktober 2025 sebagai upaya memperkuat pengawasan dan perlindungan terhadap konten game di Indonesia. Kehadiran IGRS menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap game yang beredar memiliki label usia yang jelas dan sesuai.

Dilansir dari laman resmi IGRS, sistem ini bertujuan untuk membantu masyarakat memahami apakah suatu game sesuai dengan usia pemainnya. IGRS mengelompokkan game ke dalam beberapa kategori usia seperti 3+, 7+, 13+, 15+, hingga 18+. Setiap kategori ditentukan berdasarkan konten dalam game, seperti kekerasan, bahasa, hingga unsur seksual.

Fungsi utama IGRS adalah memberikan perlindungan, terutama bagi anak-anak dan remaja. Dengan adanya label usia, diharapkan orang tua dapat lebih mudah memilih hingga memantau game yang aman dan sesuai untuk anak. Selain itu, sistem ini juga menjadi panduan bagi developer dan publisher agar konten game mereka sesuai dengan standar yang berlaku di Indonesia.

Berdasarkan informasi dari Komdigi.go.id, IGRS juga berperan sebagai sistem regulasi nasional. Artinya, setiap game yang akan dirilis di Indonesia wajib melalui proses klasifikasi. Mekanismenya melibatkan penilaian mandiri oleh pengembang, kemudian diverifikasi oleh pihak terkait sebelum mendapatkan label resmi.

Selain itu, IGRS menyediakan kategori khusus seperti “Refused Classification” (RC) untuk game-game yang dinilai tidak pantas disebarkan karena melanggar ketentuan, seperti yang mengandung unsur pornografi atau perjudian. Langkah ini membuktikan bahwa sistem tersebut tak sekadar memberi label, melainkan juga mengendalikan batas penyebaran game di Indonesia agar tetap aman.

Dengan memahami IGRS, masyarakat bisa lebih bijak dalam memilih dan menikmati game sesuai usia dan kebutuhan. Sistem ini juga membantu menciptakan lingkungan bermain yang lebih aman, sekaligus mendorong industri game di Indonesia berkembang secara sehat dan bertanggung jawab. (RRI/Aldi W)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....