TKA di SMPN 3 Mataram Berjalan Lancar, meski Sempat Terkendala Gangguan Teknis

  • 08 Apr 2026 07:47 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.OD, Mataram - SMPN 3 Mataram melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 dalam dua gelombang selama empat hari, mulai 6 hingga 9 April 2026. Setiap gelombang berlangsung selama dua hari dengan pembagian mata uji yang berbeda.

Hari pertama pelaksanaan difokuskan pada mata pelajaran matematika dan numerasi. Sementara itu, hari kedua diisi dengan bahasa Indonesia dan literasi.

Kepala SMPN 3 Mataram, Suherman, mengatakan pelaksanaan TKA dilakukan dalam dua gelombang selama empat hari dengan pembagian materi ujian di setiap harinya.

“SMPN 3 melaksanakan TKA dengan dua gelombang selama empat hari dari tanggal 6 sampai 9 April 2026, setiap gelombang terdiri dari dua hari, di mana hari pertama matematika dan numerasi, sedangkan hari kedua bahasa Indonesia dan literasi,” jelasnya, Rabu 8 April 2026.

Menurut kepala sekolah, pelaksanaan TKA tahun ini terintegrasi dengan Asesmen Nasional (AN) serta diawasi secara silang. Sistem tersebut diterapkan untuk menjaga objektivitas selama ujian berlangsung.

“Pelaksanaan TKA tahun 2026 terintegrasi dengan AN dan pengawasan dilakukan secara silang,” ujarnya.

Suherman menambahkan seluruh pembiayaan kegiatan TKA bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hasil TKA nantinya akan diberikan dalam bentuk sertifikat kepada siswa.

“Pembiayaan TKA seluruhnya berasal dari dana BOS, hasil TKA berupa sertifikat yang nantinya dapat digunakan siswa untuk mendaftar jalur prestasi ke jenjang berikutnya,” tuturnya.

Pada hari pertama pelaksanaan, pihak sekolah memastikan kegiatan TKA berjalan lancar dari sesi satu hingga sesi empat. Seluruh siswa dapat mengikuti dan menyelesaikan ujian dengan baik.

“Selama pelaksanaan hari pertama TKA di SMPN 3 Mataram berjalan dengan lancar dari sesi satu sampai sesi empat, seluruh siswa dapat menyelesaikan TKA,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui terdapat beberapa kendala teknis selama pelaksanaan. Kendala tersebut meliputi pemadaman listrik sementara dan gangguan pada akses pengawasan daring.

“Namun ada beberapa masalah teknis yaitu sempat mati listrik selama lima menit dan link Zoom pengawas TKA sesi tiga dan empat tidak dapat bergabung,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....