Saling Tusuk tapi Bersatu: Candu di Balik Hubungan Manipulatif

  • 03 Apr 2026 13:51 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Mengungkap alasan di balik keterikatan emosional pada hubungan manipulatif. Mengapa pengkhianatan justru menjadi perekat hubungan?

RRI.CO.ID, Mataram - Ada sebuah ironi dalam hubungan antara si Drama Queen dan rekannya yang bermuka dua. Meski mereka sadar sedang saling memanfaatkan dan "saling menusuk," ikatan di antara keduanya justru sering kali lebih kuat dibandingkan hubungan normal. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam psikis mereka?

Psikologi klinis menyebut fenomena ini sebagai Traumatic Bonding. Dalam hubungan yang penuh intrik, otak melepaskan campuran hormon yang kontradiktif: kortisol saat terjadi pengkhianatan, dan dopamin saat mereka berhasil melakukan manipulasi bersama. Sensasi "berhasil membodohi dunia" menciptakan kepuasan ego yang sangat adiktif bagi tipe kepribadian tertentu.

Kajian mengenai Dark Triad (narsisme, machiavellianisme, dan psikopati) menunjukkan bahwa individu dalam aliansi ini sering mengalami apa yang disebut sebagai kepuasan transaksional. Mereka merasa lebih cerdas dibandingkan orang-orang di sekitarnya yang dianggap hanya bisa "menduga-duga" tanpa memiliki bukti konkret.

Menariknya, si partner sering menggunakan teknik Hedging (perlindungan ganda). Dengan berpura-pura bermusuhan di depan publik, ia sedang membangun "pintu darurat" jika suatu saat si Drama Queen jatuh. Namun, selama kerja sama tersebut masih memberikan keuntungan terutama dalam hal menjatuhkan rival bersama atau mengamankan posisi mereka akan tetap menjadi sekutu gelap. Ini bukan soal loyalitas tulus, melainkan tentang adrenalin dari permainan kekuasaan yang manipulatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....