Mudik Asyik Baca Buku, Strategi Kemendikdasmen Kurangi Ketergantungan Gawai Anak
- 31 Mar 2026 21:15 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan program Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026 sebagai solusi alternatif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai selama perjalanan mudik Lebaran.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menilai selama ini anak-anak cenderung menghabiskan waktu dengan perangkat digital karena minimnya aktivitas produktif yang tersedia, khususnya saat perjalanan jauh.
Menurutnya, momentum mudik dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukatif untuk menanamkan kebiasaan literasi sejak dini, sekaligus membangun interaksi yang lebih bermakna antara anak dan lingkungan sekitarnya.
“Oleh karenanya, saat ini kami mendorong sekolah untuk menugaskan anak-anak tidak lagi sekadar mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS), tetapi membaca buku dan menulis resensi singkat. Inilah yang kami sebut literasi sejak dini, di mana mereka terbiasa menuliskan apa yang mereka lihat dan alami,” ujarnya saat kunjungan di Stasiun Pasar Senen, Senin 16 Maret 2026.
Program ini tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca, tetapi juga pada kemampuan memahami isi bacaan dan mengolahnya menjadi gagasan tertulis yang sederhana.
Kemendikdasmen pun menyediakan berbagai buku bacaan berkualitas di sejumlah titik transportasi agar anak-anak memiliki pilihan kegiatan yang lebih edukatif selama menunggu keberangkatan maupun dalam perjalanan.
Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap kebiasaan membaca tidak hanya muncul secara temporer, tetapi menjadi bagian dari budaya belajar anak yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....