Bangun Disiplin dari Gerbang Sekolah, “Skanada Menyapa” Perkuat Karakter Siswa

  • 30 Mar 2026 09:33 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Upaya membangun karakter siswa dilakukan SMKN 1 Narmada melalui pendekatan sederhana namun konsisten. Salah satunya melalui program “Skanada Menyapa” yang diterapkan setiap pagi.

Program ini menjadi simbol perubahan budaya sekolah yang lebih humanis dan disiplin. Interaksi langsung antara guru dan siswa menjadi kunci utama.

Kepala SMKN 1 Narmada, Ridhan Hadi, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari kebutuhan membangun kedekatan emosional. Ia menilai kedisiplinan harus dimulai dari hal kecil.

“Setiap pagi saya berdiri di gerbang untuk menyambut siswa. Kita biasakan senyum, sapa, dan interaksi positif,” katanya, Senin 30 Maret 2026.

Menurutnya, kehadiran pimpinan di gerbang memberi pesan kuat tentang komitmen disiplin. Siswa pun lebih terdorong untuk datang tepat waktu.

Selain itu, sistem penertiban juga diterapkan dengan tegas. Gerbang sekolah ditutup pada pukul 07.20 sebagai bagian dari penegakan aturan.

“Siswa yang terlambat tetap dibina, bukan dihukum. Kita arahkan dan catat untuk evaluasi,” ujarnya.

Pendekatan ini terbukti efektif menekan angka keterlambatan. Ridhan menyebut adanya penurunan signifikan setelah penerapan aturan secara konsisten.

Ia menegaskan bahwa konsistensi menjadi kunci utama keberhasilan. Ketidaktegasan justru akan membuat aturan kehilangan makna.

“Kalau tidak konsisten, siswa jadi bingung. Tapi kalau tegas setiap hari, mereka akan terbiasa,” jelasnya.

Ke depan, sekolah juga merencanakan sistem absensi berbasis teknologi. Sistem ini akan terintegrasi dengan kartu elektronik untuk memantau kehadiran siswa.

Dengan sistem tersebut, data kehadiran dapat dianalisis secara lebih akurat. Grafik kehadiran siswa pun bisa dipantau secara berkala.

“Inovasi ini penting agar kita punya data yang jelas. Dari situ kita bisa ambil kebijakan yang tepat,” tambahnya.

Program ini menjadi bagian dari strategi besar membangun karakter siswa. Disiplin tidak lagi dipaksakan, tetapi dibentuk melalui kebiasaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....