Pembinaan Bakat dan Kontrol Kreativitas, Strategi Cegah Konten Negatif di Sekolah
- 05 Mar 2026 07:56 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pembinaan kreativitas siswa menjadi perhatian penting di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lingsar. Sekolah berupaya memastikan setiap ekspresi seni tetap berada dalam koridor nilai dan norma. Pendekatan ini dilakukan melalui pendampingan intensif serta penguatan wadah ekstrakurikuler.
Kepala SMKN 1 Lingsar Ahmad Sabli, S.Pd., menyatakan bahwa siswa memiliki potensi seni yang besar. Namun tanpa arahan, potensi tersebut bisa berkembang tanpa batasan yang jelas. Karena itu, sekolah memilih strategi edukatif ketimbang represif.
“Kita beri pemahaman mana seni yang sesuai dan mana yang tidak. Bukan ditekan, tapi diarahkan,” ujarnya, Kamis 5 Maret 2026.
Ia mencontohkan setiap kegiatan pentas harus melalui proses kurasi. Materi tari atau musik diperiksa terlebih dahulu sebelum tampil. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kesalahan persepsi publik.
Sekolah juga mendorong siswa mengelola kegiatan secara mandiri. Unit kegiatan dan event organizer internal diberdayakan agar tidak bergantung pada pihak luar. Dengan demikian, kontrol kegiatan lebih terjaga.
Menurut Ahmad Sabli, pendekatan tersebut sekaligus melatih kepemimpinan dan manajemen acara. Siswa belajar merancang konsep hingga pelaksanaan teknis. Pengalaman ini dinilai relevan dengan kebutuhan industri kreatif.
Ia juga menyoroti pentingnya mendukung prestasi individu. Salah satu siswi berhasil lolos ajang Putri Batik tingkat nasional mewakili NTB. Sekolah memberikan dukungan moral dan fasilitas yang memungkinkan.
“Kita support penuh kegiatan positif. Pengalaman mereka nanti bisa dibagikan kepada teman-temannya,” katanya.
Penguatan karakter menjadi fondasi dari seluruh kebijakan tersebut. Sekolah ingin menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan emosional siswa. Pendidikan karakter dipandang sebagai benteng menghadapi pengaruh negatif globalisasi.
Ahmad Sabli menilai teknologi dan media sosial dapat berdampak ganda. Tanpa penguatan nilai, siswa rentan terpengaruh tren yang tidak sesuai. Karena itu, pembinaan dilakukan melalui dialog dan keteladanan.
“Kalau sudah terbangun kepercayaan, lebih mudah kita arahkan dan bimbing,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....