Mahasiswa Indonesia Sebagai Agen Intelektual dan Kontrol Sosial
- 03 Mar 2026 04:58 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Mahasiswa sejak lama dikenal sebagai agen perubahan, termasuk di lingkungan Universitas Mataram. Dalam program SPADA (Selamat Pagi Teman Pro 2) RRI Mataram, Senin, 2 Maret 2026, Ketua KAMMI Komisariat Unram M. Jumandarsyah yang akrab disapa Andar menegaskan agen intelektual bukan sekadar istilah yang sering diucapkan dalam forum-forum diskusi, melainkan peran nyata yang harus dijalankan mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa setelah lulus pasti akan terjun ke masyarakat. Karena itu, sejak di bangku kuliah mereka tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi harus mampu memberi dampak luas.
Sebagai bagian dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Andar yang juga merupakan mahasiswa semester 8 Fakultas Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Mataram menjelaskan bahwa kader didorong aktif berorganisasi sekaligus peka terhadap isu sosial.
Ia mencontohkan, langkah awal yang dilakukan adalah mengamati program-program pemerintah dan fenomena yang berkembang di tengah masyarakat. Dari sana, kader mengadakan diskusi internal untuk membedah persoalan sebelum menentukan sikap.
“Aksi itu bukan spontan tanpa dasar,” ungkap Andar.
Ia menekankan bahwa setiap gerakan harus diawali dengan kajian, riset, dan diskusi. Setelah itu barulah turun lapangan beberapa kali untuk melihat kondisi riil masyarakat. Dengan cara ini, mahasiswa tidak hanya menyuarakan kritik, tetapi juga menawarkan solusi yang realistis dan berbasis keilmuan.
Andar juga menyadari bahwa peran kontrol sosial kerap memunculkan perbedaan pendapat, bahkan gesekan. Namun menurutnya, perbedaan harus diluruskan dengan dialog yang lebih bijak. Mahasiswa harus tetap bersuara, tetapi dengan cara yang santun, argumentatif, dan tidak terjebak polarisasi. Kritik yang disampaikan pun harus berdasar pada hasil riset dan diskusi, bukan sekadar opini.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa akademik tetap menjadi prioritas utama. “Mahasiswa harus membuat prioritas. Akademik itu tanggung jawab,” jelasnya.
Kritis terhadap kebijakan pemerintah maupun perilaku sosial harus tetap berlandaskan keilmuan yang dipelajari di kampus.
Sebagai pesan penutup, Andar mendorong mahasiswa untuk membangun kapasitas diri, memperluas relasi, serta membentuk personal branding sejak masih kuliah. Bekal itu, menurutnya, akan memudahkan komunikasi ketika sudah terjun ke masyarakat. Mahasiswa ideal adalah mereka yang cerdas secara akademis sekaligus peka terhadap persoalan sosial di sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....