Target 25 Buku di Luar Kurikulum, Dorong Budaya Baca Pelajar NTB
- 28 Feb 2026 19:46 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Dr. H. Ashari, S.H., M.H., menargetkan penguatan budaya baca di kalangan pelajar. Ia menyebut generasi muda harus memiliki motivasi literasi yang nyata.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan buku teks kurikulum. Pelajar perlu memperkaya wawasan melalui bacaan tambahan.
Ashari menggagas target minimal membaca 20 hingga 25 buku di luar silabus sebelum lulus sekolah. Target tersebut diharapkan membangun kebiasaan membaca yang berkelanjutan.
“Anak-anak SMA dan SMK minimal harus membaca 20 sampai 25 buku di luar silabus. Dengan begitu mereka memahami substansi yang dibaca,” jelasnya, Sabtu 28 Februari 2026.
Ia menilai kebiasaan membaca akan membentuk pola pikir kritis. Literasi menjadi bekal penting menghadapi tantangan global.
Program ini tidak membatasi jenis buku tertentu. Buku umum maupun lokal tetap dianjurkan sebagai bahan bacaan.
Ashari menjelaskan bahwa buku lokal membantu memahami konteks daerah. Sementara buku umum memperluas perspektif global.
Dorongan literasi ini juga diharapkan mendapat dukungan kebijakan daerah. Sinergi dengan pemerintah provinsi menjadi faktor penting keberhasilan program.
Ia menekankan bahwa motivasi siswa harus dibangun secara sistematis. Perpustakaan berperan sebagai fasilitator utama.
“Kalau anak-anak punya motivasi membaca yang kuat, itu investasi jangka panjang. Literasi akan membentuk karakter mereka,” katanya.
Program tersebut juga mendorong keterlibatan sekolah. Perpustakaan sekolah diharapkan menjadi ruang yang hidup dan aktif.
Ashari optimistis target tersebut realistis jika didukung bersama. Pengawasan dan evaluasi akan dilakukan secara berkala.
Dengan pembiasaan membaca, pelajar di NTB diharapkan memiliki daya saing lebih tinggi. Literasi menjadi pilar utama penguatan kualitas pendidikan.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari gerakan literasi daerah yang lebih luas. Generasi muda diproyeksikan menjadi motor penggerak perubahan berbasis pengetahuan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....