Perkuat Karakter Spiritual, Siswa SMPN 15 Mataram Terapkan Jurnal Ibadah Ramadan
- 25 Feb 2026 13:26 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Penguatan karakter menjadi fokus utama Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 15 Mataram selama Ramadan 1447 hijriyah. Tidak hanya menyesuaikan jadwal belajar, sekolah juga memperketat monitoring ibadah siswa. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pembinaan spiritual berjalan terarah.
Sejak sebelum Ramadan, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan seluruh guru agama. Rapat internal digelar untuk menyusun sistem kontrol yang sistematis dan terukur.
Dalam implementasinya, siswa muslim diwajibkan mengisi jurnal ibadah harian. Jurnal tersebut mencatat pelaksanaan puasa, salat lima waktu, hingga kegiatan tarawih.
Kepala SMPN 15 Mataram, Sri Wahyu Indriani menyampaikan bahwa jurnal itu menjadi alat kontrol sekaligus pembiasaan disiplin. Orang tua turut dilibatkan melalui tanda tangan sebagai bentuk pengawasan bersama.
“Saya minta jurnal disiapkan sebelum puasa. Anak-anak mengisi kegiatan ibadahnya, lalu ditandatangani orang tua dan guru agama sebagai kontrol,” ujarnya, Rabu 25 Februari 2026.
Menurutnya, sistem tersebut membantu sekolah memantau konsistensi siswa dalam menjalankan ibadah. Pendekatan ini juga memperkuat komunikasi antara sekolah dan keluarga.
Untuk siswa non-Muslim, pengawasan dilakukan melalui kegiatan keagamaan masing-masing. Setiap agama memiliki pendamping khusus yang memastikan aktivitas berjalan tertib.
“Semua agama mendapat jadwal yang sama untuk ibadah pagi. Mereka didampingi guru agama masing-masing,” terangnya.
Selain penguatan spiritual, pengawasan juga dilakukan pada jam istirahat. Siswa non-Muslim diperbolehkan makan di ruang khusus agar tidak mengganggu siswa yang berpuasa.
Pengaturan ini melibatkan guru mata pelajaran non-Muslim untuk membantu pengawasan. Tujuannya agar suasana tetap kondusif dan saling menghormati.
“Kami kontrol ketat agar tidak ada yang tergoda. Guru agama dan guru lainnya ikut membantu pengawasan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembinaan karakter selama Ramadan merupakan kelanjutan dari budaya sekolah yang sudah dibangun sebelumnya. Program pembiasaan hanya dialihkan bentuknya sesuai momentum Ramadan.
“Anak-anak sudah terbiasa dengan pembiasaan di sekolah. Sekarang hanya kami alihkan ke kegiatan Ramadan,” tuturnya.
Melalui strategi ini, Kepala Sekolah SMPN 15 Mataram berharap nilai disiplin dan toleransi semakin kuat. Ramadan tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga ruang pembentukan karakter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....