Digitalisasi UT Perkuat Standar Mutu Akademik Kampus
- 22 Feb 2026 19:21 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Transformasi digital di Universitas Terbuka (UT) Mataram ditegaskan bukan sekadar adaptasi teknologi, melainkan strategi sistematis menjaga kualitas pendidikan. Model pendidikan jarak jauh yang diterapkan dirancang dengan kontrol akademik berlapis.
Direktur UT Mataram, Heriyanto, S.IP., M.M., menyatakan bahwa mutu lulusan tetap menjadi prioritas utama institusi. Sistem pembelajaran dibangun melalui kombinasi modul, tutorial daring, serta evaluasi berbasis capaian kompetensi.
“Pembelajaran di UT bertumpu pada modul. Mahasiswa harus membaca dan memahami sebelum mengikuti tutorial,” ujarnya, Minggu 22 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa tutorial online dilaksanakan delapan kali dalam satu semester. Setiap pertemuan memiliki fungsi akademik yang jelas dan terstruktur.
Pada sesi tertentu, mahasiswa diberikan tugas analitis untuk menguji pemahaman materi. Mekanisme ini sekaligus menjadi instrumen pengendalian kualitas internal.
“Pertemuan ketiga, kelima, dan ketujuh biasanya ada tugas pendalaman. Itu memastikan materi benar-benar dikuasai,” jelasnya.
Nilai tutorial menyumbang 30 persen terhadap nilai akhir mata kuliah. Namun kontribusi tersebut hanya berlaku jika mahasiswa memenuhi ambang minimal nilai ujian utama.
“Kalau nilai ujian di bawah batas, nilai tutorial tidak bisa membantu. Artinya mahasiswa tetap harus menguasai materi,” tuturnya.
Heriyanto menilai sistem ini mendorong budaya belajar mandiri yang kuat. Mahasiswa dituntut aktif mengelola waktu dan konsisten membaca modul.
Menurutnya, UT telah lama menerapkan sistem digital bahkan sebelum pandemi COVID-19. Pengalaman tersebut membuat kampus relatif siap menghadapi pergeseran pembelajaran nasional.
“Ketika banyak kampus beradaptasi saat pandemi, kami sudah menjalankan model virtual sejak lama,” katanya.
Modul pembelajaran diproduksi secara internal dengan standar akademik ketat. Materi tersedia dalam format cetak maupun digital guna menjamin akses yang lebih luas.
Selain proses akademik, mahasiswa baru mengikuti orientasi OSMB dan PKBJJ. Kegiatan tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan strategi belajar mandiri dan pemanfaatan platform digital.
Heriyanto mengakui tantangan terbesar berada pada disiplin individu mahasiswa. Sistem sudah disiapkan secara matang, namun hasil tetap bergantung pada komitmen belajar.
“Masuk mungkin mudah, tetapi lulus memerlukan keseriusan. Tanpa membaca modul, akan sulit bertahan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa akreditasi institusi dan program studi menjadi indikator objektif kualitas UT. Evaluasi mencakup kelulusan, tracer study, hingga performa akademik lulusan.
Dengan pendekatan digital yang terukur dan terstandar, UT Mataram optimistis mampu menghasilkan lulusan kompeten. Transformasi teknologi, menurut Heriyanto, justru memperkuat mutu jika dikelola dengan sistem pengawasan yang disiplin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....