Mahasiswa Universitas Fukuyama Jepang Jadikan Loteng Laboratorium Sosial
- 21 Feb 2026 13:58 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, menjadi ruang belajar lintas negara. Sejumlah mahasiswa dari Universitas Fukuyama, Jepang, turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyelami kehidupan sosial dan ekonomi desa melalui pendekatan observasi partisipatif.
Bukan sekadar kunjungan seremonial, para mahasiswa terlibat langsung dalam aktivitas warga. Mereka berdialog dengan petani, menyapa siswa sekolah, hingga berdiskusi dengan kelompok wanita tani untuk memahami dinamika kehidupan desa dari dekat.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Wakai Farm Jepang dan diikuti perwakilannya, Mako dan Yana, bersama petani muda Desa Segala Anyar. Interaksi yang terjalin berlangsung hangat dan penuh rasa ingin tahu dari kedua belah pihak.
Kepala Desa Segala Anyar, Ahmad Zaini, S.IP, menyebutkan bahwa desa mereka menjadi laboratorium sosial bagi mahasiswa asing tersebut. Menurutnya, para mahasiswa ingin memahami bagaimana struktur sosial masyarakat desa berjalan, bagaimana kebijakan di tingkat desa dibentuk, serta bagaimana nilai gotong royong tetap hidup di tengah perubahan zaman.
“Mereka belajar langsung dari masyarakat. Tidak hanya melihat kondisi fisik desa, tetapi juga memahami relasi sosial, kerja sama antar generasi, dan semangat kolektif yang masih kuat,” ujarnya belum lama ini.
Mahasiswa Jepang itu juga mengamati perbedaan ritme kehidupan warga saat musim tanam dan musim panen. Mereka tertarik pada pembagian peran antara laki-laki dan perempuan, baik dalam pertanian maupun industri rumah tangga. Dinamika tersebut dinilai menjadi kekuatan sosial yang menopang ketahanan ekonomi desa.
Di sektor pendidikan, rombongan mengunjungi TK Negeri 5 Pujut, SDN Tuban, serta Pondok Pesantren Nurul Ijtihad NW Tenang. Kehadiran mereka disambut antusias siswa yang penasaran dengan tamu dari negeri sakura. Interaksi sederhana, seperti perkenalan budaya dan kegiatan bersama di kelas, menjadi pengalaman berharga bagi kedua belah pihak.
Tak hanya itu, mahasiswa juga meninjau lahan pertanian kopi di Dusun Kadik I. Mereka melihat langsung budidaya kopi arabika dan robusta yang dikembangkan di atas tanah hitam dengan pendekatan rekayasa lingkungan lokal secara mandiri oleh petani setempat. Kemandirian dan kreativitas petani dalam mengelola lahan menjadi salah satu hal yang paling mengesankan bagi rombongan.
Meski harus menggunakan angkutan barang jenis open cup untuk menjangkau lokasi-lokasi tersebut—sesuatu yang berbeda dari kebiasaan transportasi di Jepang—semangat belajar para mahasiswa tetap tinggi. Keterbatasan fasilitas justru menjadi bagian dari pengalaman otentik memahami kehidupan desa secara nyata.
Pemerintah Desa Segala Anyar berharap kunjungan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas, baik di bidang pendidikan, pertanian, maupun pertukaran pengetahuan.
“Kami bangga desa kami bisa menjadi tempat belajar bagi mahasiswa internasional. Semoga ke depan ada kolaborasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ucap Ahmad Zaini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....