UT Tegaskan Komitmen Buka Akses Pendidikan Tinggi tanpa Batas Usia

  • 18 Feb 2026 20:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Terbuka (UT) Mataram kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi negeri yang membuka akses pendidikan tanpa batasan usia dan latar belakang sosial. Model pendidikan jarak jauh yang diterapkan menjadi instrumen strategis untuk menjangkau masyarakat luas, termasuk kelompok yang selama ini terkendala biaya dan waktu.

Direktur UT Mataram, Heriyanto, S.IP., M.M., menjelaskan bahwa UT lahir dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi. Pada masa awal pendiriannya, Indonesia dinilai tertinggal dalam indeks pendidikan dibanding sejumlah negara di kawasan.

“UT didirikan untuk memperluas akses pendidikan. Semua warga negara berhak kuliah, tanpa dibatasi umur,” ujarnya, Rabu 18 Februari 2026.

Ia menegaskan bahwa konsep “terbuka” mengandung makna inklusivitas yang nyata. Siapa pun yang memiliki ijazah SMA atau sederajat dapat mendaftar tanpa melalui seleksi masuk seperti perguruan tinggi konvensional.

Menurutnya, sistem pendidikan jarak jauh (PJJ) menjadi pembeda utama UT dari kampus lain. Pembelajaran dirancang fleksibel agar mahasiswa dapat belajar tanpa harus hadir secara fisik setiap hari.

“UT bukan kampus online. Online hanya bagian dari sistem pendidikan jarak jauh yang kami terapkan,” ungkapnya.

Dalam praktiknya, modul pembelajaran menjadi fondasi utama proses akademik. Mahasiswa didorong membaca dan memahami modul sebelum mengikuti tutorial daring bersama dosen.

Heriyanto menyebut fleksibilitas waktu sebagai keunggulan signifikan UT. Mahasiswa dapat menyesuaikan ritme belajar dengan aktivitas pekerjaan atau tanggung jawab keluarga.

“Yang penting ada komitmen dan akses internet. Belajar bisa dilakukan dari mana saja,” katanya.

UT juga menyediakan dua skema registrasi, yakni paket dan non-paket. Skema non-paket memungkinkan mahasiswa mengambil mata kuliah sesuai kemampuan finansial per semester.

“Kalau belum mampu ambil banyak SKS, ambil sedikit dulu. Yang penting berproses sampai selesai,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa biaya kuliah dirancang tetap terjangkau karena merupakan bagian dari kebijakan pemerintah. Rata-rata UKT per semester berada pada kisaran Rp1,3 juta hingga Rp2 jutaan tergantung program studi.

Meski akses masuk relatif mudah, Heriyanto menekankan bahwa proses kelulusan tetap menuntut disiplin tinggi. Sistem evaluasi berbasis modul dan ujian akhir memastikan standar akademik tetap terjaga.

“Masuk UT memang terbuka, tapi lulus harus serius. Tanpa belajar mandiri, akan sulit,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat tidak lagi memandang pendidikan tinggi sebagai sesuatu yang eksklusif dan mahal. UT hadir sebagai alternatif realistis bagi warga yang ingin meningkatkan kualitas diri tanpa meninggalkan pekerjaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....