Kesejahteraan Jurnalis Tentukan Independensi Pers
- 08 Feb 2026 15:20 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Aspek kesejahteraan jurnalis dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga independensi pers nasional. Stabilitas ekonomi insan pers dipandang berkorelasi langsung dengan integritas pemberitaan di ruang publik.
Isu tersebut mengemuka di tengah tantangan industri media yang menghadapi tekanan digital dan persaingan bisnis. Ketahanan profesional jurnalis, dalam konteks ini, tidak hanya ditentukan kompetensi, tetapi juga dukungan sistem kerja yang layak.
Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram (Unram), Dr. Ir. Agus Purbathin Hadi, M.Si., menilai kesejahteraan menjadi fondasi utama menjaga marwah profesi. Ia menegaskan bahwa independensi sulit terwujud tanpa jaminan ekonomi yang memadai.
“Kesejahteraan insan pers ini tantangan besar. Profesi jurnalis harus memberi kepastian pendapatan,” katanya, Minggu 8 Februari 2026.
Menurut Agus, tekanan ekonomi berpotensi memengaruhi objektivitas pemberitaan. Dalam kondisi rentan, jurnalis dapat menghadapi dilema antara idealisme dan kebutuhan praktis.
Ia menjelaskan bahwa situasi tersebut bisa membuka ruang intervensi kepentingan eksternal. Jika tidak dikelola, hal itu berisiko menggerus kepercayaan publik terhadap media.
“Kalau kesejahteraan tidak diperhatikan, siapa yang membayar bisa mendapat tempat. Itu berbahaya bagi independensi,” ujarnya.
Agus berpandangan bahwa perusahaan media memiliki tanggung jawab memastikan standar upah dan perlindungan kerja yang layak. Dukungan struktural dinilai penting untuk menjaga profesionalisme.
Ia menambahkan bahwa independensi bukan hanya soal sikap redaksional, tetapi juga ekosistem kerja yang sehat. Tanpa fondasi tersebut, kualitas jurnalisme sulit dipertahankan.
“Independensi itu harus dijaga, salah satunya melalui peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mengaitkan kesejahteraan dengan kualitas produksi berita. Jurnalis yang memiliki kepastian kerja, menurutnya, dapat lebih fokus menjalankan fungsi kontrol sosial.
Agus menilai penguatan perlindungan profesi perlu mendapat perhatian dalam momentum refleksi dunia pers. Regulasi yang berpihak pada jurnalis dianggap sebagai bagian dari solusi jangka panjang.
Ia menegaskan bahwa integritas dan kesejahteraan harus berjalan beriringan. Tanpa dukungan ekonomi yang memadai, profesionalisme akan sulit tumbuh secara konsisten.
Menurutnya, masa depan pers sangat ditentukan oleh kemampuan membangun ekosistem yang adil, profesional, dan menjamin keberlanjutan kesejahteraan insan pers.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....