Undana Kunjungi Unram Bahas Tata Kelola Program Spesialis

  • 28 Jan 2026 21:40 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Mataram (Unram) menerima kunjungan kerja dari Universitas Nusa Cendana (Undana), pada Senin 26 Januari 2026, di Ruang Sidang Rektor, Rektorat Unram. Pertemuan tersebut membahas tata kelola pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru (PMB) untuk program pendidikan dokter spesialis.

Rombongan Undana dipimpin Wakil Rektor I bersama jajaran pimpinan terkait. Dari pihak Unram, pertemuan dihadiri Rektor Unram, Wakil Rektor I, Wakil Rektor IV, serta Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unram.

Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., menjelaskan bahwa Unram saat ini telah menyelenggarakan lima Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Jumlah tersebut direncanakan bertambah seiring selesainya proses visitasi dan pemenuhan persyaratan akademik maupun fasilitas.

“Saat ini lima PPDS sudah berjalan, dua program baru telah disetujui, dan dua lainnya masih dalam proses. Jika seluruhnya terealisasi, Unram akan memiliki sembilan PPDS. Dalam pengelolaannya, kami menekankan kerja sama yang kuat dengan rumah sakit sebagai wahana pendidikan, serta komitmen pendanaan dan infrastruktur agar program dapat berjalan berkelanjutan,” tuturnya.

Menurut Bambang, kesiapan rumah sakit pendidikan menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan program spesialis. Sinergi antara perguruan tinggi dan fasilitas layanan kesehatan dinilai krusial untuk menjamin mutu pendidikan klinis bagi para dokter peserta didik spesialis.

Selain aspek akademik, Unram juga menaruh perhatian pada sistem administrasi dan tata kelola penerimaan mahasiswa baru program spesialis. Mekanisme seleksi dirancang transparan, akuntabel, serta menyesuaikan regulasi pendidikan kedokteran yang berlaku secara nasional.

Wakil Rektor I Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempelajari pengalaman Unram dalam mengelola program spesialis. Ia menilai Unram memiliki kesiapan yang dapat dijadikan rujukan oleh Undana.

“Kami melihat Unram memiliki kesiapan yang sangat baik, baik dari sisi jumlah program spesialis, dukungan fasilitas, maupun tata kelola administrasinya. Karena kondisi dan wilayah kita relatif serupa, kami datang untuk belajar dan menjadikan pengalaman Unram sebagai referensi dalam menyiapkan mekanisme penerimaan program spesialis di Universitas Nusa Cendana,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan program pendidikan dokter spesialis memerlukan perencanaan matang, terutama dalam aspek sumber daya manusia, pembiayaan, serta ketersediaan wahana praktik. Oleh karena itu, studi banding ini diharapkan memberi gambaran menyeluruh sebelum Undana membuka program serupa.

Melalui pertemuan tersebut, kedua perguruan tinggi juga berbagi praktik baik dalam penguatan mutu pendidikan kedokteran. Diskusi mencakup kesiapan institusi, dukungan rumah sakit pendidikan, serta strategi menjaga keberlanjutan program spesialis.

Kunjungan ini sekaligus mempererat kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia. Kolaborasi dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas pendidikan dokter spesialis, sekaligus menjawab kebutuhan tenaga medis spesialis di berbagai daerah.

Dengan adanya pertukaran pengalaman tersebut, Undana diharapkan dapat menyusun sistem penerimaan mahasiswa baru program spesialis secara lebih terstruktur dan sesuai standar nasional. Sementara itu, Unram terus memperkuat perannya sebagai salah satu pusat pengembangan pendidikan kedokteran spesialis di wilayah Nusa Tenggara dan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....