Mengenal Karakter "Labirin Vertikal" Gunung Bulusaraung
- 19 Jan 2026 13:03 WIB
- Mataram
RRI, CO.ID, Mataram - Kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, menjadi alarm keras tentang risiko penerbangan di jalur Sulawesi Selatan. Berdasarkan data UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep kawasan ini memiliki kontur alam yang menyerupai "Labirin Vertikal". Kondisi ini pada akhirnya ketangkasan mumpuni dari pilot maupun tim penyelamat.
Dinding Batu yang "Bernapas"
Di balik eksotismenya, sisi lain dari Gunung Bulusaraung ini didominasi oleh struktur tower karst yang menjadi rumah bagi ribuan menara batu gamping yang menjulang tegak lurus. Struktur unik ini secara teknis menjadi musuh alami navigasi udara. Selain itu, arus angin jatuh mendadak (downdrafts) seringkali terjadi akibat struktur dinding tebing masif di area pegunungan.
Secara garis besar, Bulusaraung adalah bagian dari Kawasan Karst Maros-Pangkep, yang merupakan salah satu ekosistem karst terbesar dan terindah di dunia. Karakter utamanya adalah:
- Batuan Tajam dan Terjal: Berbeda dengan gunung berapi yang didominasi tanah vulkanik, jalur Bulusaraung dipenuhi oleh batuan kapur (karst) yang runcing. Ini menuntut pendaki untuk memiliki keseimbangan yang baik dan alas kaki yang mumpuni.
- Labirin Alami: Formasi bebatuannya menciptakan celah-celah sempit dan tebing vertikal yang memberikan sensasi petualangan berbeda dibandingkan gunung-gunung di Pulau Jawa.

Seorang petani menanam padi disekitar Kawasan Karst Maros-Pangkep di Desa Salenrang, Kabupaten MarosFoto: rahmatrahimnur / wikipedia
Taruhan Nyawa di Dinding Tebing
Dilansir dari Antara News, Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menegaskan bahwa lokasi di Pangkep ini tidak memungkinkan evakuasi darat biasa.
"Kami mengerahkan personel berkualifikasi High Angle Rescue Technique (HART) karena titik koordinat berada di dinding tebing. Tim hanya bisa menjangkau lokasi dengan teknik rappelling dan hauling," jelasnya.
Tantangan Sinyal dan Celah Gua
Tantangan yang dihadapi tim penyelamat selanjutnya adalah terhalangnya sinyal. Kontur pegunungan berupa Batuan karst padat di Bulusaraung nyatanya juga berfungsi sebagai perisai alami. Kondisi ini selanjutnya meredam sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) saat proses penyelamatan. Hal ini akhirnya memaksa tim penyelamat melakukan penyisiran manual hingga ke celah-celah gua vertikal demi menemukan puing dan korban.
Tragedi ini menjadi pelajaran mahal bahwa keindahan karst Pangkep menyimpan risiko teknis besar yang wajib dipertimbangkan dalam standar prosedur ketinggian aman penerbangan ke depannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....