Stella Gracia School Terapkan Kurikulum Global Sejak SD

  • 17 Des 2025 22:27 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Upaya menyiapkan peserta didik berdaya saing internasional menjadi fokus pengembangan pendidikan di sekolah dasar (SD) Stella Gracia School Lombok. Arah tersebut tercermin dari penerapan kurikulum global yang dirancang untuk membangun kompetensi akademik dan karakter siswa sejak jenjang sekolah dasar.

Pendekatan ini dijalankan melalui kebijakan sekolah yang memadukan kurikulum Singapura dengan Kurikulum Merdeka. Kepala SD Stella Gracia School Lombok, Yohanes Andrianto, menilai kombinasi tersebut relevan untuk menjawab tantangan pendidikan di tengah perubahan global yang semakin cepat.

“Kami ingin anak-anak memiliki bekal global tanpa kehilangan nilai karakter dan jati diri,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).

Dalam visi pendidikan Stella Gracia School, Yohanes Andrianto menempatkan penguasaan bahasa sebagai pintu masuk kesiapan global siswa. Program kerja sekolah pun menekankan penggunaan Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin dalam pembelajaran tertentu sejak kelas awal.

Pembelajaran Matematika dan Sains disampaikan menggunakan Bahasa Inggris untuk melatih pemahaman konsep sekaligus kemampuan komunikasi internasional. Yohanes Andrianto menyebut strategi ini membantu siswa terbiasa dengan istilah akademik global sejak dini.

“Bahasa Mandarin kami jadikan mata pelajaran wajib karena perannya semakin penting dalam konteks global,” katanya.

Selain penguatan bahasa, SD Stella Gracia School Lombok juga mengintegrasikan materi global perspective dalam proses belajar. Yohanes Andrianto menjelaskan bahwa siswa diajak memahami dinamika perubahan dunia, perkembangan teknologi, serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Program kerja tersebut dirancang agar siswa mampu merespons isu global secara kritis dan adaptif. Menurut Yohanes Andrianto, pendekatan ini sejalan dengan misi sekolah dalam membentuk peserta didik yang terbuka terhadap keberagaman budaya.

“Kami ingin anak-anak memiliki cara pandang luas dan siap berinteraksi dengan berbagai latar belakang,” tuturnya.

Kurikulum global yang diterapkan juga mengedepankan penilaian berbasis keterampilan, bukan hafalan semata. Yohanes Andrianto menyampaikan bahwa asesmen diarahkan pada kemampuan berpikir, menulis, membaca pemahaman, serta memecahkan masalah.

Pendekatan tersebut selaras dengan konsep deep learning yang ditekankan dalam Kurikulum Merdeka. Yohanes Andrianto menegaskan bahwa siswa didorong untuk memahami proses belajar secara mendalam melalui pengalaman yang kontekstual.

“Dengan sistem ini, anak tidak hanya tahu jawaban, tetapi mengerti bagaimana cara mencapainya,” paparnya.

Melalui visi dan program kerja tersebut, SD Stella Gracia School Lombok berupaya menjembatani kebutuhan pendidikan lokal dengan tuntutan global. Yohanes Andrianto berharap lulusan sekolah memiliki kesiapan akademik, karakter kuat, serta kemampuan beradaptasi di tingkat internasional.

“Sejak sekolah dasar kami menanamkan fondasi agar anak-anak siap melangkah ke dunia yang lebih luas,” pungkasnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....