Teori Block Universe, Menantang Cara Pandang Tentang Waktu

  • 14 Nov 2025 22:27 WIB
  •  Mataram

KBRN.Mataram: Film-film fiksi ilmiah bertema dimensi selalu menjadi genre film paling diminati, bahkan film-film dengan genre ini meraup keuntungan melimpah setiap kali film tersebut dilaunching. Produser film hollywood telah banyak memanjakan penikmat film fiksi ilmiah dengan deretan film-film seperti Intersetellar, Butterfly,ffect, Men In Black dan berbagai film-film lainnya. Salah satu faktor yang menjadikan film-film tersebut menarik adalah teori tentang dimensi waktu yang berjalan paralel, bahwa masa lalu, masa kini dan masa depan terjadi pada waktu yang sama, berikut penjelasan dari sains.

Pertanyaan tentang apakah masa lalu, masa kini dan masa depan terjadi bersamaan memang banyak dibahas di berbagai platform media sosial dan internet, tidak hanya dalam fiksi ilmiah yang kemudian diterjemahkan dalam film-film, namun juga dalam fisika modern. Berbagai teori ilmiah dan percobaan terbaru dikabarkan mulai menunjukkan bahwa waktu bisa saja tidak terjadi seperti yang kita bayangkan selama ini.

  • Teori Relativitas Einstein
    Salah satu teori yang paling terkenal tentang dimensi waktu adalah teori Relativitas Khusu Einstein, di mana ia menyebutkan bahwa tidak ada 'sekarang" yang bersifat universal. Teori Relativitas Khusus oleh Einstein haidr dengan konsep di mana waktu yang berjalan berbeda bagi setiap pengamat, tergantung pada kecepatan geraknya. Contoh paling mudah untuk dipahami adalah saat dua orang yang bergerak relatif satu sama lain bahkan tidak akan sepakat tentang kejadian mana yang terjadi sekarang. Teori Relativitas Khusus menunjukkan bahwa waktu berjalan berbeda untuk setiap pengamat, tergantung kecepatan geraknya. Dua orang yang bergerak relatif satu sama lain bahkan tidak akan sepakat tentang kejadian mana yang terjadi sekarang. ABC Science dalam sebuah artikel berjudul "The Block Universe Theory, where time is possible but time passing is an illusion" menyebutkan bahwa teori relativitas mendukung anggapan bahwa masa lalu, masa kini dan masa depan tersimpan dalam struktur ruang waktu empat dimensi

“Relativity implies there is no single, universal present moment; all moments exist within the spacetime block.” dikutip RRI Mataram, Jumat 14/11/2025.

  • Teori Block Universe
    Teori yang didukung oleh relativitas khusus mengkalim bahwa waktu bukanlah yang kita alami. Berdasarkan teori tersebut, semesta kita adalah sebuah blok yang di dalamnya terdapat segala hal di setiap waktu dan setiap tempat. Maka dalam konteks ini, masa lalu, masa kini dan masa depan berada pada satu waktu yang sama, manusia dalam hal ini digambarkan sebagai pembaca buku yang menelusuri lembar-demi lembar buku, di mana semua kisah dalam buku tersebut sudah selesai dan berada di tempat yang sama. Alper Cakir dalam Block Universe Theory: Flow of the Time menyebut bahwa waktu berprilaku seperti ruang dalam teori ini, setiap moment memiliki koordinatnya masing-masing dalam kontinum ruang-waktu, akhir dan awal terjadi pada saat yang sama.
    "Time behaves just like space in this theory, every moment has its own coordinate at the space-time continuum — the end and the beginning happen at the same time."

Visualisasi Teori Block Universe. Foto: ABC Science

Beberapa point penting tentang teori ini menjelaskan bahwa:- Waktu tidak mengalir seperti yang kita pikirkan, semua terjadi secara simultan- Dalam analogi visualnya, alam semesta digambarkan seperti sebuah balok di mana dimensi ruang dan waktu terletak sebagai koordinat dalam balok tersebut- Konsep tentang masa lalu dan masa depan hanyalah ilusi yang terbentuk dari persepsi manusia tentang waktu dan bukan merupakan cerimanan dari struktur alam semesta yang sebenarnya.Waktu, dalam perspektif manusia terjadi mengalir dalam format kemarin, hari ini dan besok. Meskipun demikian, berdasarkan teori blok universe, sangat tidak mungkin untuk berbicara tentang masa kini tertentu, hal ini relatif terhadap masa lalu dan masa depan. Dalam kata lain tidak ada aliran waktu, waktu tidak mengalir. Kebenarannya hanya terletak pada bentuk refleksi peristiwa yang terjadi pada pikiran seseorang.

Logan Nye dalam penelitiannya yang diterbitkan dalam artikel berjudul "It From Qubit: Spacetime Emergence fromQuantum Entanglement" menjelaskan tentang teori kerangka teoritis yang mengusulkan bahwa ruang-waktu tidak bersifat fundamental melainkan muncul dari struktur entanglement kuantum (keadaan di mana dua partikel terhubung sempurna sehingga jika terjadi sesuatu pada satu artikel, maka langsung akan membuat partikel lainnya berubah meski mereka terpisah jauh) dalam sistem berdimensi lebih rendah. Artikel ini memberi dukungan penting tentang kemungkinan waktu yang berjalan bersamaan. Artikel ilmiah lain yang juga relevan dengan teori ini adalah Quantum Entanglement and Space-Time Creation oleh Xiaodong Yang, Yuchen Yang, Luo Zhen, Yuanbo Bi, dan Jingli Cao yang terbit pada tahun 2024.

Hingga saat ini belum ada penelitian dan teori yang mampu membuktikan secara benar dan nyata bahwa waktu masa lalu, masa kini dan masa depan dapat terjadi dalam waktu yang bersamaan, namun dua teori Relativitas Waktu dan Blok Univrse mengarah pada satu kesimpulan yang sama bahwa, masa lalu, masa kini dan masa depan bisa saja terjadi dalam ruang yang sama. Jika pada penelitian berikutnya teori ini dapat dibuktikan, maka tidak menutup kemungkinan bahwa manusia bisa melakukan perjalanan lintas waktu seperti dalam film-film.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....