Upaya Sekolah AL-WILDAN Ubah Pandangan Masyarakat Tentang Ponpes

  • 06 Nov 2025 16:38 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: AL-WILDAN ISLAMIC SCHOOL merupakan salah satu sekolah dengan kualitas internasional yang hadir untuk mengubah pandangan masyarakat tentang pondok pesantren (ponpes). AL-WILDAN pertama kali didirikan di Tangerang oleh Prof. Dr. Abdurrahim Al Basyir, M.Pd. dan hingga saat ini telah mendirikan 17 cabang yang sedang aktif dan 14 cabang yang akan segera dibuka dan sedang dibangun di seluruh Indonesia, termasuk di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Cabang yang ada di Mataram disebut AL-WILDAN ISLAMIC SCHOOL 20 MATARAM. Direktur Pendidikan AL-WILDAN 20 MATARAM, Risqi Aguspianto, mengungkapkan bahwa semangat utama berdirinya sekolah AL-WILDAN ini diantaranya adalah untuk berdakwah dan menyelenggarakan pendidikan dengan kualitas international.

"Hadirnya AL-WILDAN, pertama semangat untuk berdakwah. Kedua, kita juga ingin agar paradigma masyarakat tentang pondok itu, ternyata tidak hanya belajar tentang agama saja, tetapi siswa-siswa yang mondok itu bisa bersaing bukan hanya di nasional tapi juga internasional untuk berbagai bidang pengetahuan baik pengetahuan umum maupun keagamaan," jelasnya, Jumat (7/11/2025).

Al-Wildan Islamic School 20 Mataram

Risqi juga menambahkan bahwa banyak masyarakat yang merasa ponpes itu ditujukan hanya untuk menguasai ilmu agama saja, tetapi kurang dalam ilmu pengetahuan umum. Oleh karena itu, ia ingin agar anak yang masuk ke sekolah AL-WILDAN tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan umum.

"Banyak orang merasa kalau pesantren itu ya cukup pintar agama saja. Akan tetapi, kurang dalam ilmu umum. Atau pintar Qur’an saja, tapi kurang dalam ilmu pengetahuan umum. Maka, AL-WILDAN ini dibentuk untuk memenuhi keinginan masyarakat, bahwa anak-anak itu bisa pintar di pelajaran umum, dan pintar juga dalam ilmu agama, jadi dua-duanya dapat," terangnya.

Tentunya ada strategi atau rencana yang matang untuk diterapkan oleh pihak AL-WILDAN agar anak didik mereka mampu menguasai berbagai ilmu pengetahuan tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menerapkan Kurikulum Tahfiz Al-Qur’an and International Curriculum (TIC).

Direktur Pendidikan AL-WILDAN ISLAMIC SCHOOL 20 MATARAM tersebut menjelaskan bahwa kurikulum TIC ini merupakan perpaduan kurikulum internasional, nasional, dan pesantren. Sehingga, anak didik tidak hanya belajar tentang ilmu agama saja, tetapi juga mempelajari ilmu pengetahuan internasional dan nasional secara terpadu dengan strategi belajar yang tidak memberatkan siswa.

"Kurikulum TIC ini sebenarnya menggabungkan tiga kurikulum di dalamnya yakni kurikulum internasional, nasional, dan pesantren. Dari tiga kurikulum tersebut, kita berfokus kepada core pelajaran utama dari masing-masing kurikulum tadi," ungkapnya.

Risqi juga menambahkan bahwa walaupun dalam kurikulum TIC menggunakan tiga kurikulum secara terpadu namun mata pelajaran dan materi pelajaran yang dipelajari oleh siswa itu sedikit dan sangat esensial. Tentunya hal ini agar anak didik bisa lebih fokus dan mendapatkan hasil yang maksimal dari pembelajaran.

"Tentu tidak akan mungkin kita mempelajari seluruh mata pelajaran dari tiga kurikulum karena pasti terlalu banyak. Oleh karenanya dalam kurikulum TIC ini kita memilah pelajaran-pelajaran inti dari penggabungan tiga kurikulum tersebut," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....