Musim Hujan, Air Terjun Bisa Mematikan

  • 03 Nov 2025 17:58 WIB
  •  Mataram

KBRN,.Mataram: Trend hashing menuju ke wisata alam air terjun beberapa waktu ini semakin banyak dilakoni oleh pecinta wisata alam. Tak hanya tertarik pada perjalanan yang menantang, namun tujuan ke air terjun dipilih karena pemandangan alam yang indah, segarnya air pegunungan serta ketenangan yang akan didapat saat tiba di tujuan.

Namun perjalanan menuju air terjun di musim hujan dapat berujung petaka jika tidak dilakukan dengan pertimbangan tentang faktor risiko yang bisa saja terjadi.

Dikutip dari rri.co.id, pada minggu siang, 2 November 2025, Arga bersama lima rekannya berwisata ke Air Terjun Sekoah, Dusun Leong Timur. Cuaca mendung dan debit air yang meningkat tak menyurutkan semangat mereka untuk meneruskan perjalanan. Namun, sekitar pukul 12.30 wita, arus deras tiba-tiba datang dan menyeret tubuh Arga hingga hilang dari pandangan rekan-rekannya.

Tim SAR Gabungan kemudian melakukan pencarian intensif dan akhirnya menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia, Senin, (3/11/2025).

Pelajar SMA Lombok Utara Hanyut di Air Terjun. Foto: Reza/RRI Mataram

Baca juga Pelajar SMA Lombok Utara Hanyut di Air Terjun

Remaja Terseret Air Bah di Air Terjun Sekoah Ditemukan Meninggal

Berkaca pada kasus tenggelamnya Arga(17) di air terjun Sekolah, Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Senin, (3/11/2025), menjadi pengingat penting bagi masyarakat pecinta wisata alam, terutama dengan tujuan air terjun.

Air terjun saat musim hujan busa berubah drastis dalam hitungan menit. Curah hujan di hulu sungai dapat menyebabkan air bah yang datang tiba-tiba membawa arus kuat, lumpur dan bebatuan. Bahkan air yang tampak tenang bisa menyimpan pusaran bawa yang mematikan.

Beberapa risiko utama saat berwisata ke Air Terjun saat musim hujan di antaranya:

  • Arus Deras mendadak dari hulu sungai
  • Batu licin dan jalur trekking berbahaya
  • Minimnya sinyal dan akses evakuasi
  • Kurangnya petugas dan rambu peringatan di lokasi wisata alam liar

Edukasi dan Pencegahan

Tragedi Arga Maulana bukan merupakan kasus pertama yang terjadi, namun dapat dicegah dengan adanya edukasi keselamatan yang memadai. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:

  • Pantau cuaca dan debit air sebelum berangkat. Hindari wisata air terjun saat hujan dan setelah hujan deras
  • Ikuti arahan petugas wisata dan perhatikan rambu peringatan
  • Hindari berenang di kolam air terjun saat debit air sedang tinggi meski terlihat aman
  • Libatkan sekolah/komunitas dalam edukasi wisata alam yang aman
  • Dorong pemerintah daerah untuk memasang sistem peringatan dini dan petugas pengawas di lokasi wisata rawan

Kehilangan satu nyawa muda seperti Arga adalah luka mendalam tidak hanya bagi keluarga, namun juga bagi sekolah dan masyarakat secara umum. Namun hendaknya dari duka ini kita belajar untuk lebih bijak dan waspada. Wisata alam bukan hanya sekadar menikmati keindahannya namun juga memahami batas dan risiko yang menyertainya.

Mari jadikan tragedi ini sebagai titik balik untuk membangun budaya wisata yang aman, sadar risiko dan penuh tanggung jawab, agar keindahan alam Indonesia dapat dinikmati tanpa harus mengorbankan nyawa.

Rekomendasi Berita